2 Kubu Caketum Saling Lempar Tudingan, Pertarungan Munas Golkar Bakal Ramai

  • Whatsapp
Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto.

INDOPOLITIKA.COM- Jelang pemilihan Ketua Umum (ketum) Partai Golkar, dua kubu besar yang diprediksi bakal maju sebagai calon ketum (caketum) saling lempar tudingan telah mengingkari kesepakatan. Dua kubu besar yang akan bertarung adalah kubu ketum petahan Airlangga Hartarto dan kubu penantang Bambang Soesatyo (Bamsoet). Melihat itu diprediksi pertarungan Munas Golkar yang digelar Desember bakal ramai.

Pada Rabu (20/11/2019) loyalis Airlangga, Maman Abdurahman, meminta Bamsoet tak meributkan lagi soal kursi caketum. Sebab Airlangga sudah memberi ‘DP’ ke Bamsoet, posisi Ketua MPR.

Muat Lebih

Ibarat jual-beli, kata Maman, sudah ada kesepakatan transaksi. DP-nya adalah posisi Ketua MPR. Untuk itu dia meminta Bamsoet tak lagi maju sebagai caketum. Jika Bamsoet maju maka bisa dinilai telah mengingkari kesepakatan.

Kini Bamsoet memutuskan maju sebagai caketum. Bamsoet maju sambil melempar tudingan Airlangga telah mengingkari komitmen. Bamsoet menjelaskan, ia dan Airlangga pernah bersepakat mengembalikan kondusivitas Golkar jelang pelantikan Presiden-Wapres pada Oktober lalu.

Saat itu Bamsoet bersedia dicalonkan menjadi Ketua MPR dengan syarat, posisi para pendukungnya dipulihkan kembali ke semula dan dirangkul dalam penyusunan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR dan kepengurusan Partai Golkar.

Namun kesepakatan itu, menurut Bamsoet, dilanggar Airlangga. Bukan rekonsiliasi yang dilakukan Airlangga. Sebaliknya para pendukung Bamsoet malah digeser ke komisi yang bukan bidangnya di DPR.

Pengingkaran kesepakatan inilah, yang menurut Bamsoet, membuat dirinya berada dalam posisi sulit dan tidak bisa terus menerus berpegang pada posisi cooling down. Hingga akhirnya dia memutuskan maju sebagai caketum Golkar.

Bamsoet menegaskan, ia maju sebagai caketum Golkar untuk menjaga keutuhan dan mengembalikan khittah perjuangan partai karena ada pihak-pihak yang terzolimi. Ia juga berkewajiban untuk memperbaiki tata kelola partai yang buruk selama ini, hingga berakibat menurunnya perolehan suara Golkar.

“Jadi kalau kemudian pada akhirnya hari ini saya menyatakan maju itu karena ada komitmen yang tidak ditunjukkan atau tidak dipenuhi oleh dia (Airlangga),” kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/11/2019).[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *