Internasional

20 Tewas dalam Serangan Bunuh Diri di Masjid Afghanistan

Ilustrasi oleh Medcom

Paktia: Ledakan bom bunuh diri menghantam sebuah masjid di wilayah timur Afghanistan. Saat itu masjid tengah dipenuhi oleh warga yang mengikuti salat Jumat.
 
Insiden ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Para pejabat setempat mengatakan, mereka khawatir jumlah korban tewas bisa meningkat.
 
"Ledakan bunuh diri terjadi di sebuah masjid Syiah di kota Gardez di Provinsi Paktia," ucap Kepala Polisi Provinsi Paktia Jenderal Raz Mohammad Mandozai, seperti dikutip AFP, Jumat 3 Agustus 2018.
 
"Kami memiliki informasi bahwa 20 orang tewas dan sekitar 50 lainnya terluka. Semua korban adalah jamaah karena mereka tengah melaksanakan salat Jumat ketika mereka ledakan terjadi," imbuh Mandozai.
 
Mandozai menambahkan bahwa setidaknya dua penyerang melepaskan tembakan ke arah kerumunan sebelum meledakkan bahan peledak. Menurutnya kemungkinan ada lebih dari satu ledakan bunuh diri.
 
Juru Bicara Gubernur Paktia Abdullah Hasrat, memberikan keterangan jumlah korban tewas yang sedikit lebih tinggi mencapai 22. Dia juga memperingatkan bahwa jumlah korban bisa naik.
 
Hingga saat ini tidak diketahui siapa yang bertanggungjawab atas serangan itu. Serangan pun terjadi di wilayah pusat kota Afghanistan yang telah diguncang oleh peningkatan jumlah serangan dalam beberapa bulan terakhir. Kelompok militan Islamic State (ISIS) dan Taliban yang menargetkan serangan kepada pasukan keamanan dan instalasi pemerintah.
 
Selama berminggu-minggu, Taliban belum mengklaim serangan besar di sebuah kota di Afghanistan. Taliban pun mendapat tekanan yang meningkat untuk menyetujui pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.
 
Tetapi ISIS melakukan banyak serangan di Kota Jalalabad dan ibu kota Kabul dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menargetkan segalanya dari kementerian pemerintah ke pusat pelatihan bidan.
 
Melalui laporan PBB, serangan militan dan bom bunuh diri adalah penyebab utama kematian warga sipil pada paruh pertama 2018.
 
Jumlah total warga sipil yang tewas adalah 1.692, jumlah tertinggi untuk periode sejak Misi Bantuan PBB di Afghanistan pada 2009. Sebanyak 3.430 orang lainnya terluka.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close