21 Saksi Kasus Rasisme di Asrama Papua Surabaya Diperiksa Polisi

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera

INDOPOLITIKA – Polda Jawa Timur telah memeriksa 21 saksi terkait kasus dugaan ujaran Rasisme Kebencian yang terjadi di depan asrama pelajar Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dia mengungkapkan pemeriksaan 21 saksi itu dilakukan untuk mencari tersangka yang terbukti, melakukan perbuatan melanggar hukum yaitu ujaran Rasisme kebencian terhadap pelajar papua di Surabaya.

Baca Juga:

Selain itu, menurut Barung, pemeriksaan 21 saksi itu juga sebagai bentuk kepatuhan Kepolisian atas instruksi Presiden Joko Widodo yang memerintah agar perkara rasisme terhadap pelajar Papua di Surabaya segera diusut tuntas.

“Hari ini kami sudah periksa lima saksi lagi, kalau kemarin itu jumlah saksi yang sudah dipanggil ada sembilan saksi dan sebelumnya tujuh saksi jadi total sudah 21 saksi kami periksa,” tuturnya, Rabu (28/8).

Barung menjelaskan usai memeriksa seluruh saksi, tim penyidik akan melanjutkan penanganan kasus itu dengan melakukan ekspose (gelar) perkara untuk menentukan tersangka kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian terhadap para pelajar asal Papua di Surabaya.

“Kami juga mengkonfirmasi video yang beredar itu kepada para saksi. Setelah itu, baru diumumkan nama tersangkanya dalam satu-dua hari ini,” ujar Barung.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *