INDOPOLITIKA – Korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga kini, total 98 orang dilaporkan hilang.
Dari puluhan korban hilang, dikatakan sebanyak 23 personel Marinir turut menjadi korban. Dari jumlah tersebut, empat orang ditemukan meninggal dunia. Namun identitasnya belum diungkap.
“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia,” kata KSAL Laksamana Muhammad Ali ditemuai usai rapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Latihan PAM Perbatasan
Ali menjelaskan, 23 anggota Marinir itu sedang melaksanakan pelatihan di Cisarua. Lokasi pelatihan memang berada di daerah Cisarua.
Mereka rencananya akan dikirim menjadi petugas pengamanan di daerah perbatasan RI-Papua Nugini setelah pelatihan selesai.
“Memang mereka sedang melaksanakan latihan petugas untuk dikirim melaksanakan PAM perbatasan RI-PNG ya, memang dilaksanakan di latihannya di sana,” ucap dia.
Ali menduga longsor dipicu hujan deras. Sebab sebelum longsor, cuaca di lokasi hujan deras hampir selama 2 malam.
“Dan saat itu memang kondisinya hujan lebat selama hampir dua malam hujan terus. Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” kata Ali.
Dua Personel Polisi Gugur saat Bertugas
Disisi lain, dua personel Polda Jabar gugur saat hendak menolong korban longsor.
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan, 2 anggotanya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Namun tidak diungkap secara rinci.
“Ya ini kedukaan buat kami khususnya di kepolisian karena dua anggota kami kemarin ketika terlibat dalam penanggulangan bencana ini menjadi korban laka lantas ya,” kata Rudi saat ditemui di lokasi bencana, Minggu (25/1).
“Ada terjadi kecelakaan ketika menolong apa itu.. Saya rasa seperti itu ya,” tambah dia.
“Ini kita sudah kebumikan hari ini, tadi malam satu orang dan hari ini pagi ini satu orang,” kata Rudi.
Rudi menyebut, atas arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, kedua anggota yang gugur itu mendapat kenaikan pangkat dan penghargaan.
“Dan atas kegiatan mereka, mereka dinyatakan gugur dalam tugas. Dan ini memperoleh penghargaan dari Bapak Kapolri dengan kenaikan pangkat satu tingkat,” kata Rudi.
“Nanti kita tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan saja,” tutur dia. (Red)












Tinggalkan Balasan