Internasional

3.000 Warga Laos Bertahan di Atap Rumah Menunggu Dievakuasi

Penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi korban. (Foto: AFP)

Vientiane: Lebih dari tiga ribu warga Laos masih menunggu untuk dievakuasi akibat bendungan di Attapeu ambrol. Untuk sementara, mereka menunggu di atap rumah masing-masing.

Kemarin sore, Angkatan Udara Singapura pun berangkat ke Laos dengan membawa makanan, air, tenda, persediaan medis dan perahu karet untuk membantu para korban.

Pesawat kedua akan berangkat hari ini untuk mengirim 11 tenda lapangan besar.

Dikutip dari Strait Times, Jumat 27 Juli 2018, para penyelamat dari Tiongkok, Vietnam dan Thailand juga berbondong-bondong membantu Laos untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban.

Sementara itu, di Desa Khokong, aliran lumpur yang cukup besar mulai mengalir ke rumah-rumah penduduk. Hewan-hewan milik warga pun ditemukan mengambang tak bernyawa. 

"Tujuh desa terkena dampak, dua sangat buruk keadaannya. Hanya sekitar 10 rumah yang kuat berdiri karena pondasinya kokoh," kata warga setempat.

Dua perusahaan Korea Selatan yang terlibat dalam konstruksi dan operasi proyek bendungan tersebut mengatakan kerusakan dilaporkan sehari sebelum bendungan "Saddle D" runtuh.
 
Namun lini waktu dari operator Korea Western Power Co. yang diperoleh AFP berbunyi: penurunan 11 cm terlihat di pusat bendungan pada dini hari Jumat. Perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya belum dapat menentukan penyebab keruntuhan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close