33 Orang Positif Covid-19 Usai Hadiri Resepsi Pernikahan di Bekasi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengumumkan klaster penyebaran Covid-19 yang berasal dari resepsi pernikahan di Perumahan Villa Mutiara Gading, Kecamatan Tarumajaya, kini mencapai 33 orang yang terkonfirmasi positif.

Sebagian warga yang terpapar dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19, dan sebagian lainnya isolasi mandiri di kediaman masing-masing. Saat ini di wilayah tersebut sudah diberlakukan micro lockdown.

Berita Lainnya

“Pengurus perumahan bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Tarumajaya mulai hari ini melakukan lockdown mikro,” kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, klaster baru di perumahan tersebut ditemukan setelah ada empat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai menghadiri acara pernikahan. Dan setelah dilakukan tes usap massal terhadap 120 warga, ditemukan lagi 20 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Semua berawal ketika ditemukannya 4 (empat) orang positif virus Corona setelah menghadiri acara resepsi pernikahan pada awal Juni 2021 lalu. Kemudian dilakukan tracing kepada 120 warga lainnya.

Dari empat orang itu, saat dilakukan tracing kepada 120 orang berikutnya, berhasil ditemukan 20 orang lagi terinfeksi positif Covid-19. Dan sehari setelahnya bertambah lagi 9 orang jadi total 33 orang.

Setelah ada temuan puluhan warga positif tersebut, petugas kepolisian kemudian menerapkan kebijakan micro-lockdown di lokasi, terhitung mulai Senin (7/6) malam.

“Sudah kita kumpulkan seluruh RT, tidak hanya RT03 RW18 saja, tapi semua RT di Perumahan Vila Gading Mutiara, kita kumpulkan untuk melaksanakan micro-lockdown,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan.

Tiap kegiatan yang menghadirkan kerumunan orang lebih dari lima orang akan dilarang petugas yang berjaga di lokasi.

“Kita lakukan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat, kegiatan agama, kegiatan budaya, kegiatan seni, dan kegiatan yang menyebabkan adanya kerumunan lebih dari lima orang. Kemudian kita lakukan one gate system dimana pintu masuk hanya satu untuk dua kompleks ini,” terang Hendra. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *