Internasional

33 Orang Tewas di Kongo Akibat Terjangkit Ebola

Pemeriksaan warga Kongo dari virus Ebola. (Foto: AFP).

Kinshasa: Wabah virus Ebola kembali merebak. Di Kongo, wabah ini telah menewaskan 33 orang.

Badan Kesehatan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) menyebutkan ada 43 tambahan dugaan kasus Ebola yang dilaporkan. Sebanyak 13 diantaranya positif usai diuji di laboratorium.

"Kami menanggapi wabah patogen yang berisiko tinggi ini, sebagai salah satu tingkat kematian tertinggi," ucap Kepala Penganan Darurat di WHO Peter Salama, dilansir dari laman CNN, Selasa 7 Agustus 2018.

Wabah itu menyebar melalui lima zona kesehatan di provinsi Kivu Utara dan satu zona kesehatan di provinsi Ituri. Kivu Utara berbatasan dengan Rwanda dan Uganda.

Di wilayah itu lebih dari satu juta orang terlantar akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok militan bersenjata yang membuat penularan virus secara cepat menjadi tantangannya.

Para pejabat kesehatan mengumumkan wabah tersebut sudah sepekan terjadi. Diduga Provinsi Equateur juga mulai terjangkit wabah ini.

Sementara itu, Salama menambahkan bahwa tiga petugas kesehatan telah terjangkit. "Dua diantaranya sudah meninggal," tukasnya.

Saat ini WHO meminta pemerintah, terutama dari Kementerian Kesehatan menjadi mitra untuk bersama-sama menghapus wabah tersebut dari negara di Afrika itu.

Ebola, ditemukan pada tahun 1976, dikontrak oleh manusia melalui kontak dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi, biasanya kelelawar buah, simpanse, gorila dan monyet.

Gejala awal Ebola termasuk demam, nyeri otot, dan kelelahan diikuti dengan muntah, diare, ruam dan perdarahan – baik internal maupun eksternal. Gejala Ebola tampak jelas di gusi, mata, saluran hidung dan feses. Ebola mengambil namanya dari Sungai Ebola di Kongo, anak sungai dari Sungai Kongo.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close