Internasional

380 Ribu Data Pelanggan British Airways Dicuri

Data 380 ribu pelanggan British Airways dicuri. (Foto: AFP).

London: Maskapai penerbangan British Airways melaporkan sebanyak 380 ribu data pelanggannya dicuri. Data yang dicuri berupa rincian pribadi dan keuangan yang melakukan pemesanan antara 21 Agustus hingga 5 September 2018.

Pemesanan tersebut dilakukan melalui laman situs dan aplikasi milik maskapai Inggris tersebut.

"Kami sedang menyelidiki masalah mendesak, yaitu tindakan pelanggaran pencurian data pelanggan melalui situs dan aplikasi mobile kami," kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Jumat 7 September 2018.

Meski demikian, pihak maskapai menegaskan, rincian perjalanan maupun paspor pelanggan masih aman. British Airways juga mengatakan saat ini situs mereka sudah kembali normal.

"Kami sudah melapor ke kepolisian dan otoritas terkait mengenai masalah ini. Kami menyesal dan minta maaf atas gangguan ini," imbuh mereka.

Atas insiden ini, pihak British Airways menyarankan kepada pelanggan yang percaya diri mereka terdampak tindakan pencurian data ini untuk menghubungi pihak bank atau penyedia kartu kredit pelanggan dan mengikuti rekomendasi yang diberikan. 

"Terkait kompensasi, kami telah menghubungi pelanggan dan akan mengelola klaim apa pun secara individual," kata pihak maskapai. 

Sementara itu, Badan Kejahatan Nasional (NCA) mengatakan telah menerima laporan pencurian data pelanggan yang dialami British Airways dan kini sedang menyelidiki kasus itu untuk mengambil langkah terbaik.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close