5 Akun Penyebar Isu Pemukulan Mahasiswa Papua di Surabaya Dibidik Polisi

  • Whatsapp
Foto Hoax

INDOPOLITA – Bareskrim Polri berhasil menemukan penyebar video hoax yang meyebabkan aksi kerusuhan di Manokwari, Papua terjadi. Pihak Bareskrim Polri melalui Divisi Humas Polri mengatakan telah ditemukan Lima akun provokatif.

“5 akun ya. baik foto maupun video yg sifatnya provokatif,” ujar Karopenmas Humas Polri Dedi Prasetya, Selasa (20/8).

Baca Juga:

Sementara itu, dari hasil pantauan Bareskrim polri melalui patroli siber terkait video hoax yang beredar, Dedi mengatakan pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman, apabila terbukti ditemukan identitas pemilik akun akan dibawa ke penegakkan hukum terkait konten dan berita hoax.

Dedi mengatakan massa cukup terprovokasi atas beredarnya video tersebut dan pihak Bareskrim sedang melakukan profiling dan pengecekan terhadap identitas yang menyebarkan video tersebut.

“Terhadap akun yang meneyebarkan konten tersebut dr jajaran siber bareskiem sdh lsg melakukan profiling,” ujarnya Senin (19/8)

Yang terpenting lanjut Dedi, masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi atas kejadian itu. Karena itu, pihak keamanan sedang mengatasi agar kejadian aksi tersebut tetap kondusif.

“Masyarakat kita imbau juga untuk sama sama jaga situasi kondusif, Kita ketehui Manokwari itu kondisinya sangat kondusif jangan terprovokasi dengan ulah oknum tersebut yang memang ingin membuat keruh keadaan,” ucapnya.

Sebelumnya juga sempat beredar di media sosial foto hoax mahasiswa Papua yang meninggal dipukuli polisi. Mabes Polri melalui akun media sosial Divisi Humas Polri memberikan klarifikasi. Menurut Polri, foto itu hoaks.

“HOAX atau TIDAK BENAR,” tulis akun Divisi Humas Polri yang diunggah, Senin (19/8).

Menurut penjelasan Polisi, foto tersebut adalah korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal di Jalan Trikora. Tepatnya di depan TK Paut DOK V Atas Distrik Jayapura Utara, Selasa (19/2) pukul 07.30 WIT.

Polisi mengingatkan, penyebar berita hoaks akan dijerat dengan Pasal 45 UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *