506 Anggota PMR Ikuti Jumbara III PMI Banten

  • Whatsapp
Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah saat membuka acara Jumpa Bakti Gembira (jumbara) III di Serpong, Selasa (17/9/2019).

INDOPOLITIKA.com – Sebanyak 506 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat mula, madya, dan wira mengikuti acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) III. Acara yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten ini tak lain sebagai upaya meningkatkan keterampilan para anggota PMR dalam kepalangmerahan.

Acara tersebut digelar selama dua hari sejak Selasa hingga Kamis (17-20/9/2019) di Puspitek, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga:

Kegiatan Jumbara III tersebut juga digelar sebagai peringatan HUT PMI ke 74, yang dibuka langsung oleh Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah. “Jumbara merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan,” kata Tatu, Selasa (17/9/2019).

Menurut Tatu, PMI Banten terus melakukan pembinaan terhadap sukarelawan muda di sekolah-sekolah, baik melalui pelatihan-pelatihan, hingga dukungan aksi-aksi PMR.

Saat ini, ungkap Tatu, tercatat sebanyak 13.679 relawan se Banten, yang terdiri atas PMR, KSR, dan TSR. “Tentu dari jumlah tersebut, harus terus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas. Relawan adalah aset bagi PMI, pemerintah, dan masyarakat dalam membantu melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Tatu juga menyampaikan kabar gembira terkait selesainya sertifikasi lahan dan gedung PMI Banten yang dihibahkan pada zaman Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Kemudian sertifikasi selesai pada masa Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy.

Sementara Sekretaris Panitia Jumbara III Provinsi Banten, Amrin Nur mengungkapkan, setiap kontingen PMI kabupaten dan kota mengirimkan rata-rata 62 peserta. Namun hanya Kota Cilegon yang tidak mengirimkan kontingen dengan alasan tidak ada dana.

“Total sebanyak 506 peserta perwakilan dari tujuh kabupaten dan kota. Untuk catatan penting, Kota Cilegon memang tidak mengirimkan pesertanya. Kami meminta, Pemerintah Kota Cilegon untuk mendukung kegiatan PMI Kota Cilegon,” ujarnya.

Selama tiga hari, seluruh peserta akan mendapatkan pembekalan tentang kepalangmerahan, penanggulangan bencana, hingga pengembangan karakter.  “Mereka juga akan dievaluasi. Evaluasi ini penting, agar PMI melalui para relawan, lebih maksimal berkiprah dan melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.(rma)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *