70 Orang Jatuh Sakit Akibat Overdosis Massal di AS

  • Whatsapp
Ilustrasi oleh Medcom

Connecticut: Lebih dari 70 orang jatuh sakit akibat overdosis massal di dekat Universitas Yale. Insiden ini menyoroti masalah narkoba Amerika yang telah menyebabkan sejumlah besar korban jiwa.
 
Beberapa kasus pertama dilaporkan pada Selasa malam ketika layanan darurat disibukkan tiga korban dugaan overdosis dari mariyuana sintetis di New Haven Green dekat insitut Ivy League di Connecticut.
 
Puluhan lainnya lebih banyak kasus dilaporkan selama 24 jam ke depan. Semua terjadi di dekat taman kota. Para pejabat mengatakan pada Rabu malam bahwa angkanya sudah mencapai 76 orang, menurut NBC News.
 
Beberapa korban dikatakan tidak sadar sementara yang lain muntah, mual atau lesu. Tidak ada korban jiwa, tetapi beberapa pasien berada dalam kondisi yang membahayakan nyawa.
 
"Beberapa orang terjatuh di dekat saya, diduga overdosis obat," kata Mario Boone, jurnalis TV di taman itu. "Saya belum pernah melihat kejadian separah ini," bubuhnya, seperti  disitat dari Telegraph, Kamis 16 Agustus 2018.
 
Dr Sandy Bogucki, direktur layanan medis darurat di kota itu, berkata bahwa sejumlah besar kasus sudah membebani kota.
 
Petugas tanggap darurat "menangani satu pasien ke pasien berikutnya di taman," kata Dr Bogucki, menurut New York Times. Dia katakan, kru mengangkut orang lebih cepat dari biasanya "hanya untuk memutar mobil dan balik lagi."
 
Seorang pria 37 tahun sudah ditangkap sehubungan dengan kasus tersebut, NBC melaporkan.
 
Overdosis awalnya dikhawatirkan berasal dari sejumlah mariyuana sintetis, juga dikenal sebagai K2, atau Spice, yang mungkin telah dicampur dengan opioid.
 
"Apakah itu opioid sintetis atau fentanyl, kami tidak yakin saat ini sampai kami memiliki konfirmasi pada analisis dari D.E.A. (Dinas Pemberantasan Narkoba)," cetus Rick Fontana, direktur operasi darurat New Haven.
 
Namun tes awal menemukan zat itu murni K2 dan tidak mengandung aditif, kata pejabat NBC yang dikutip.
 
Amerika Serikat sedang bergulat dengan epidemi penyalahgunaan opioid — termasuk obat penghilang rasa sakit seperti OxyContin dan obat-obatan yang dijual bebas seperti heroin.
 
Sebuah laporan baru memperkirakan rekor 72.000 orang Amerika meninggal tahun lalu akibat overdosis obat, meningkat sekitar 10 persen, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengatakan pada hari Rabu.
 
Obat-obatan, terutama fentanyl, sekarang lebih mematikan di AS daripada HIV, tabrakan mobil atau senjata, kata laporan tersebut.
 
Pada Oktober, Presiden Donald Trump menamakan epidemi opioid Amerika sebagai "darurat kesehatan masyarakat". Seraya memberikan pejabat kekuatan ekstra demi mengatasi krisis.
 
Namun Trump tidak dapat mengumumkan "darurat nasional" penuh — seperti yang telah disarankan sebelumnya — yang berarti pendanaan bagi sebuah pusat baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *