INDOPOLITIKA.COM – Kepolisian berhasil menyelamatkan delapan anak diduga menjadi korban penculikan oleh seorang pria tak dikenal,  peristiwa penculikan anak itu terungkap dalam waktu kurang dari satu minggu.

Perkara bermula ketika diketahui adanya penculikan terhadap dua orang anak, di mana Salah seorang korban berinisial K (13) diketahui berhasil melarikan diri. Salah seorang kerabat K bernama C mengatakan penculikan itu terjadi saat K bersama rekan-rekannya bermain di daerah Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Depok Timur, Sabtu (27/6/2020) lalu.

Kala itu, K dan kawannya diajak untuk berkendara menaiki angkot. Namun sialnya, setelah itu K dan temannya justru dioper ke sebuah mobil Avanza saat mereka berada di daerah Beji, Depok.

Mengetahui gerak-gerik mencurigakan dari pelaku, ketiga teman K kabur melarikan diri. Sementara K dan salah seorang temannya bernama Agus ditahan oleh penculik itu. Tetapi K saat itu perlahan berhasil kabur.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani mengungkapkan, untuk menjebak para korbannya, pelaku mengiming-imingi permainan game online dengan hadiah menggiurkan.

“Si pelaku ini ngajak korban untuk mengikuti kompetisi game online di daerah Margonda Depok dengan iming-iming hadiah uang sebesar Rp2 juta dan ada juga sepeda serta hadiah lainya,” ujar Wadi, Jumat, (3/7/2020).

Namun rupanya itu hanya isapan jempol. Para korban dibawa menggunakan angkot dan turun di kawasan fly over UI, pelaku kemudian mengancam mereka. “Anak-anak ini tak berkutik karena takut diancam akan dibunuh kalau macam-macam,” katanya.

Saat itu, ada sekira empat anak yang lebih dulu berhasil kabur dengan pura-pura buang air kecil. Sedangkan sisanya berhasil diselamatkan polisi di saat berada di kawasan Pasar Induk, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu, (28/6/2020). Namun, polisi tidak menemukan pelaku di lokasi kejadian.

Untuk mempercepat pengungkapan, polisi kemudian menyebar sketsa wajah pria misterius tersebut di tempat umum.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Elly Pandiansari menuturkan, penyebaran sketsa wajah pelaku dilakukan di antaranya di dalam angkutan kota (angkot) dan beberapa tempat umum.

Adapun ciri-ciri pelaku, yakni tinggi sekira 155 hingga 160 cm, berkulit sawo matang. “Ciri-ciri khususnya lengan sebelah kanan ada tato gambar naga dan bekas luka belakang, serta rambut agak pirang,” katanya, Kamis, (2/7/2020).

Elly mengimbau, bagi masyarakat yang mengetahui ciri-ciri tersebut diharapkan berkoordinasi dengan petugas terdekat. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat apabila warga atau masyarakat tahu ciri-ciri tersebut, bisa hubungi kami dan polisi terdekat,” ujarnya. [rif]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com