Internasional

9.308 WNI Terkena Dampak Badai Florence di AS

Banjir usai terjangan Badai Florence. (Foto: AFP).

Washington: Badai Florence masih menerjang sebagian wilayah Amerika Serikat (AS). Sebanyak 9.308 warga negara Indonesia (WNI)yang tersebar di beberapa wilayah di AS, terkena dampak badai tersebut.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Washington Yudho Sasongko, menyampaikan kepada Medcom.id, bahwa imbauan untuk para WNI sudah dikeluarkan di situs KBRI. Ada empat poin imbauan yang disampaikan dalam situs tersebut.

"Kepada seluruh WNI di wilayah yang terdampak Badai Florence, diimbau untuk tetap waspada, mengantisipasi situasi serta kondisi di tempat tinggal masing-masing, serta memonitor dan mengikuti arahan dari petugas berwenang di wilayah setempat," demikian isi poin ketiga imbauan yang dikutip Medcom.id, Senin, 17 September 2018.

KBRI juga mengimbau para WNI untuk segera berlindung di lokasi aman. Pihak KBRI juga menyediakan hotline bagi WNI yang membutuhkan pertolongan akibat situasi tersebut.

"Bagi WNI yang menghadapi masalah atau mengetahui adanya WNI yang sedang dalam kesulitan karena situasi ini, diharapkan dapat menghubungi KBRI Washington DC melalui nomor hotline + 1 202 569 7996 atau hotline KJRI New York di nomor +1 347 806 9279."

Sementara itu, Yudho mengungkapkan rincian jumlah WNI yang terkena dampak Badai Florence. Di wilayah Distrik Columbia sekitar 506 orang, Maryland sebanyak 3903 jiwa, di Virginia berjumlah 3266, kemudian di North Carolina 1298 dan South Carolina ada 335 orang.

Badai Florence mengakibatkan banjir dahsyat di wilayah tenggara AS. Banjir ini meningkatkan ancaman kerusakan bendungan dan tanah longsor di seluruh wilayah tersebut.

Kondisi memperpanjang penderitaan warga yang disebabkan oleh Badai Florence yang telah menyebabkan lebih dari belasan orang tewas dan miliaran dolar dalam kerusakan.
 
Florence perlahan merangkak di atas Selatan dan Carolina Utara, menimbulkan hujan deras di cekungan sungai banjir yang sudah meluap yang berwenang memperingatkan bisa membawa lebih banyak kematian dan kehancuran.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close