CapresPartai Golkar

Aburizal Bakrie Dinilai Mampu Sejahterakan Hidup Nelayan

Menghadapi pemilu presiden 2014, sejumlah pihak meminta agar calon presiden serius memikirkan nasib nelayan. Pasalnya, saat ini terdapat ketimpangan mencolok antara hasil produksi perikanan dengan tingkat kesejahteraan.

Hal itu salah satunya disampaikan pengurus Perhimpunan Nelayan Sejahtera Indonesia Muhmmad Furqan di Banten, Jumat (18/04). Menurutnya, meski hasil tangkap ikan terus meningkat dari tahun ke tahun tetapi nasib nelayan masih saja melarat.

“Kita dikenal sebagai produsen perikanan terbesar ketiga di dunia. Tapi dari dulu sampai sekarang nasib nelayan gitu-gitu aja. Tetap miskin,” ujarnya.

Salah satu penyebabnya, lanjut Furqan, masih bertahannya paradigma keliru yang menganggap profesi nelayan bukan bagian dari program ketahanan pangan. Akibatnya, sampai sekarang belum ada regulasi yang tegas dan memihak kehidupan nelayan.

“Yang terjadi malah liberalisasi perikanan. Nelayan disuruh bersaing dengan pemilik modal atau pihak asing, yang punya alat modern dan menguasai pasar. Ini di mana logikanya?,” kata Furqan menyayangkan.

Oleh karena itu, ia berharap pemilu 2014 mampu melahirkan presiden yang benar-benar paham keluhan nelayan. Yakni, presiden yang melindungi serta memberi jaminan hukum yang berkeadilan.

“Dari capres yang ada, yang pernah dialog dengan kami tentang masalah ini baru Pak Aburizal Bakrie. Saya belum mendengar pandangan calon presiden lain,” katanya saat ditanya siapa calon presiden yang mampu mewujudkan aspirasi para nelayan.

Hal senada juga disampaikan Jufri Ahmadi mewakili kelompok nelayan Pandeglang. Ia menilai, calon presiden ARB (sapaan lain Aburizal Bakrie) sering melakukan dialog dengan masyarakat nelayan di berbagai daerah termasuk Pandeglang.

“Kami nelayan di Pandeglang pernah dialog langsung. Beliau jelaskan visi dan misinya untuk mewujudkan negara kesejahteraan. Program untuk nelayan juga ia jelaskan,” ujarnya.

Di antara program yang menarik perhatian, tambahnya, adalah program pembangunan Indonesia dari desa dengan penekanan pada pembangunan berbagai sektor, termasuk sektor kelautan.

“Di sini menariknya, karena nanti kesenjangan tidak terlalu mencolok, tenjadi pemerataan pertumbuhan,” tegas Jufri.

Selain itu, sisi lain yang membuat ARB dinilai dekat dengan para nelayan adalah sikapnya yang mengapresiasi profesi seorang nelayan. “Bahkan beliau menyebut kami (nelayan) sebagai pahlawan nasional,” pungkasnya.  (mhl/ip)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close