Ada Bung Karno di Aljazair, Jejak Semangat Kemerdekaan di Afrika

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Presiden Soekarno yang dikenal sebagai salah satu bapak pendiri bangsa baru saja melewati hari lahirnya, 6 Juni 1901. Meski sudah tiada, masih banyak masyarakat kini yang mengenang hari lahirnya sang proklamator.

Pengaruh Bung Karno tidak hanya di Indonesia saja, Aljazair, misalnya, satu di antara negeri yang terinspirasi karena Bung Karno hingga merdeka untuk menentukan nasibnya sendiri. Dalam waktu dekat, akan berdiri patung Bung Karno di tengah kota Aljir, Aljazair.

Bacaan Lainnya

“Patung Bung Karno karya Dolorosa Sinaga ini berdiri di Aljir, Aljazair dan akan diresmikan pada 15 Juli mendatang,” kata Bonnie Triyana, pemerhati sejarah, Minggu (7/6/2020).

Dalam catatan di akun facebook Pemimpin Redaksi Historia ini menuturkan, Bung Karno punya sumbangsih besar terhadap gerakan kemerdekaan Aljazair dari penjajahan Prancis.

Pada 1956, setahun setelah KAA di Bandung, Bung Karno memberikan bantuan kepada Front Pembebasan Nasional (National Liberation Front) Aljazair dalam bentuk rumah di Jl. Serang, Menteng, Jakarta Pusat.

“Rumah tersebut dijadikan kantor perwakilan NLF di Jakarta, sekaligus pusat koordinasi NLF untuk menggalang dukungan politik dari negeri-negeri di Asia,” tuturnya.

Kepala perwakilan NLF saat itu dijabat oleh Lakhdar Brahimi. Kelak bertahun kemudian, setelah Aljazair merdeka, dia menjadi Sekjen Liga Arab dan jabatan terakhirnya adalah penasihat Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk urusan Suriah. Lakhdar bertugas di Jakarta mulai 1956 sampai 1961.

Pada masa itu pula NLF banyak menyalurkan bantuan bagi gerakan pembebasan di Afrika lainnya, salah satunya memberi bantuan pelatihan militer buat pejuang-pejuang anti-apartheid Afrika Selatan, seperti Nelson Mandela. Mandela pernah mengikuti pelatihan militer di Aljazair sebelum akhirnya dia ditangkap dan dipenjarakan selama 27 tahun di Pulau Roben.

“Patung karya Dolorosa ini tentu menambah lagi kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia pernah memiliki tokoh sehebat Sukarno. Buat saya pribadi, kebanggaan ini jadi dobel karena Ibu Dolorosa juga lah yang menciptakan patung Multatuli di Rangkasbitung. Salam merdeka!” Demikian Bonnie Triyana.

Memang, samangat Asia Afrika yang didengungkan Bung Karno dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 menjadi inspirasi bagi negeri-negeri terjajah di Asia dan Afrika untuk berjuang. Aljazair, misalnya, satu di antara negeri yang terinspirasi karena Bung Karno hingga merdeka untuk menentukan nasibnya sendiri.

Patung karya seni patung karya Dolorasa Sinaga,sebagai wujud dari eratnya hubungan Indonesia dan Aljazair. Ya, Bung Karno akan berdiri di tengah masyarakat di kota Aljir. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *