Ada Dua Ideologi Yang Ingin Gantikan Pancasila  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA- Ada dua ideologi yang mencoba menggeser Pancasila sebagai dasar negara. Yakni, ideology neokolonialisme dan radikalisme agama.

Hal itu disampaikan pengamat politik Karyono Wibowo, dalam sebuah acara bertajuk pancasila Festival di Bekasi, Sabtu (30/8/2019). “Untuk yang radikalisme ada dua jenis. Pertama yang sifatnya statis, artinya sebatas pemikiran. Kedua, yang sifatnya destruktif yang sudah sampai pada aksi menghalalkan kekerasan,” papar Karyono.

Baca Juga:

Paham radikal, kata Karyono, banyak menyasar kaum muda yang masih rentan dengan kecenderungan perubahan pola pikir. Sehingga paham radikal lebih mudah menyusup ke kampus-kampus dengan berbagai macam kedok.

Dikatakan Karyono, banyak data yang menggambarkan ideology radikal tumbuh di Indonesia. Mereka masuk ke sejumlah kampus negeri bahkan, masuk ke lingkungan birokrat atau ASN.

Radikalisme seringkali muncul, lanjut Karyono, juga berbarengan dengan kepentingan politik yang menungganginya. Hal ini sangat berbahaya, terlebih jika masyarakat kurang peka dan mawas diri terhadap kepentingan politik yang dibungkus simbol agama.

“Masalah utamanya kita kurang dalam literasi, sehingga masyarakat kita gampang terjebak pada simbol-simbol keagamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Analis dan Sinkronisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ani Purwanti menekankan bahwa menjaga dan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila merupakan tanggungjawab seluruh elemen bangsa.

“Mutiara-mutiara Pancasila itulah cerminan masyarakat kita, bukan impor dari luar. Contohnya, masyarakat saling memberikan ucapan selamat saat momen hari raya, adalah cerminan dari sila pertama. Belum lagi budaya gotong royong di masyarakat yang juga wujud dari nilai Pancasila,” paparnya.

Indonesia sebagai bangsa yang majemuk juga terwakili oleh Pancasila, sebagai pemersatu. “Pancasila adalah yang menyatukan kita semua yang berbeda-beda ini,” tandasnya. (rma)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *