Adu Kuat Bamsoet dan Airlangga di Munas Golkar

  • Whatsapp
Ketua MPR Bambang Soesatyo salam komando dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menghadiri pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

INDOPOLITIKA.COM – Menjelang perhelatan politik melalui Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, ketegangan di internal partai berlambang pohon beringin ini dirasa kian memanas.

Sejumlah kalangan pun mengkhawatirkan ajang perebutan ketua umum Partai Golkar itu akan berujung konflik. Sejarah telah membuktikan, ketegangan di internal partai yang pernah berjaya di era Orde Baru itu berujung pada beranak pinaknya partai kecil.

Baca juga:

Pengamat politik dan kebijakan publik dari Center Public of Policy Studies (CPPS) Dr Bambang Istianto menilai, bahwa arena Munas tersebut sejatinya hanya ada dua kekuatan. Yakni kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan kubu Airlangga Hartarto.

Meski berdasarkan informasi yang berkembang bahwa kader Golkar yang dinyatakan telah mendaftar untuk bertarung memperebutkan kursi Golkar I itu ada 8 orang.

“Namun klimaksnya, kami memprediksi hanya ada dua kekuatan, yaitu Airlangga dan Bamsoet. Adapun caketum yang lain hanya sebagai penggembira,” ujar Bambang kepada wartawan, Minggu (1/12).

Bambang menilai, bila perseteruan pada dua kubu tersebut tidak terkendali, tidak mustahil akan terjadinya perpecahan Golkar jilid II. Oleh karenanya, Bambang berharap agar kedua pendukung caketum yang memiliki potensi menang itu bisa menahan diri.

“Karena keduanya memiliki basis dan loyalis di tigkat bawah cukup kuat, kalau elit dan senior Partai Golkar tidak ikut turun tangan untuk mengendalikan kadernya, maka dikhawatirkan akan berbuntut panjang,” tandas Bambang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *