Antisipasi Prematur Dini, Sistem Pilkada Asimetris Perlu Dikaji Matang

  • Whatsapp
Ahli otonomi daerah Riyas Rasyid

INDOPOLITIKA.COM- Tidak semua pakar otonomi daerah rupanya sepakat dengan wacana Pilkada asimetris. Ahli otonomi daerah Riyas Rasyid misalnya.

Dia mengatakan, wacana Pilkada asimetris itu terlalu dini. Pemerintah belum menyiapkan rencana itu secara matang. Karenanya, menurut dia, ada baiknya wacana itu dimatangkan diinternal pemerintah terlebih dahulu.

Muat Lebih

“Itu masih terbatas ide. Nggak mungkin direalisasi segera. Karena perlu kajian yang mendalam terlebih dahulu,” katanya kepada Indopolitika.com, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia, salah satu yang hingga kini belum matang yakni soal standar indeks demokrasi yang belum final. Karena itu, perlu dirumuskan indeks demokrasi di Indonesia secara menyeluruh.

“Indeks kematangan demokrasi saja masih perlu dirumuskan. Biar saja ide itu dimatangkan Kemendagri dulu, agar tidak menimbulkan pro kontra secara prematur,” katanya.

Hasil kajian dan perumusan indeks demokrasi pun tidak bisa serta merta langsung menjadi dasar penyelenggaraan Pilkada asimetris. Perlu ada tahapan simulasi terlebih dahulu sebelum benar-benar diterapkan.

“Kalau dianggap sudah matang baru lempar ke publik untuk diuji dan dapat masukan. Jangan dibiasakan ide-ide mentah langsung lempar ke publik. Kita hematlah energi publik itu,” ujarnya.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *