Sepenggal Kisah Teladan BJ Habibie

Ciptakan Rumus Retakan Atom, Lulusan Jerman Bernilai Sempurna !

  • Whatsapp

INDOPILITIKA.com – Presiden ketiga RI Baharudin Jusuf Habibie telah meninggalkan kita semua. Orang Indonesia yang pertama kali mampu membuat pesawat ini meninggal pada Rabu (11/9/2019) setelah mendapat perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Habibie lahir di Pare Pare 25 Juni 1936. Sejak usia 14 tahun sudah ditinggal ayahnya tercinta, Alwi Abdul Djalil Habibie. Habibi muda menamatkan SMA di Dago, Bandung tahun 1954. Lalu melanjutkan pendidikan di ITB. Namun ia hanya beberapa bulan kuliah di ITB, dan melanjutkan pendidikan ke Jerman bersama teman-temannya.

Baca Juga:

Pada waktu itu, Presiden Soekarno banyak memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang cerdas untuk belajar ke luar negeri, seperti Jerman. Habibie termasuk kelompok kedua yang berangkat ke negara tersebut.

Habibie, seperti dikutip akupaham.com, memilih jurusan penerbangan dan kontruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Tehcnische Hochshule. Pada tahun 1960, Habibie mendapat gelar diploma –Ing dari kampus ini dengan predikat nilai sempurna. Rata-rata nilainya mencapai 9.5.

Pada tahun 1962,Habibie menikahi gadis pujaannya, yang tak lain dulu teman SD nya, Hasri Ainun Habibie. Bersama Ainun, Habibie tinggal di Jerman dan menjalani hidup yang berat di negeri tersebut. Bersama Ainun juga, Habibie menyelesaikan gelar doktor engineur dari Aachen dengan predikat dan nilai sempurna.

Sejumlah penghargaan diterima oleh Habibie semasa hidupnya, dan juga sejumlah prestasi. Sebagai ahli pesawat, Habibie berhasil membuat sebuah rumus yang dikenal dengan nama Faktor Habibie. Rumus yang satu ini dapat menghitung keretakan hingga ke atom pesawat terbang sekalipun. Sehingga beliau dijuluki Mr Crack.

Selanjutnya, pada tahun 1967 Habibie mendapat gelar Profesor kehormatan atau guru besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari ITB BJ Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi yakni Ganesha Praja Manggala.

Dengan kejeniusannya, BJ Habibie juga mendapat penghargaan internasional di bidang penerbangan. Seperti Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt, yakni lembaga penerbangan di Jerman. Lalu, The Royal Aeronautical Society London, Inggris. Bahkan dari Amerika Serikat Habibie mendapat penghargaan yaitu Edward Warner Awaed serta Award von Karman setara dengan penghargaan hadiah nobel. (rma)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *