Ahok Masuk Pertamina Ruangan Komut Disegel Serikat Pekerja?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Di akun 2019 Ganti Presiden, diunggah sebuah video dengan narasi : “Ruangan kantor Komisaris Utama Pertamina, Disegel Serikat Pekerja Pertamina yg menolak AHOK”

Tentu saja publik bertanya-tanya apakah hal itu benar, karena belakangan ini muncul pro dan kontra terkait penunjukan Ahok yang hendak masuk ke dalam BUMN Pertamina.

Berita Lainnya

Rupanya, unggahan itu tidaklah benar. Sebab peristiwa penyegelan tiga pejabat komisaris PT Pertamina dalam video yang diunggah pada 21 November 2019 tersebut terjadi pada 1 Maret 2017. Sehingga dipastikan peristiwa di dalam video tersebut tidak ada hubungannya dengan pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyegel tiga ruang kerja Komisaris PT Pertamina (Persero), pada Rabu, 1 Maret 2017. Presiden FSPPB Novriandi mengatakan terdapat tiga ruangan yang disegel, yaitu ruang milik Komisaris Utama Tanri Abeng serta Komisaris Archandra Tahar dan Edwin Hidayat Abdullah.

Saat itu penyegelan dilakukan karena dewan komisaris tak kunjung memberikan penjelasan rinci mengenai pemberhentian Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang.

Menurut dia, dewan komisaris seharusnya menjelaskan alasan pemberhentian kedua pemimpin Pertamina. Komisaris dianggap bertanggung jawab atas kepemimpinan ganda di tubuh perusahaan pelat merah itu karena mengusulkan perombakan organisasi kepada pemerintah. Dengan penambahan posisi wakil direktur utama, menurutnya, menjadi penyebab munculnya matahari kembar di Pertamina. Kedua matahari kemudian diberhentikan karena dinilai tidak bisa bekerja sama.

“Kalau mereka dicopot, komisaris juga harus dicopot,” katanya.

Penyegelan tersebut berakhir setelah Dewan Komisaris Pertamina sepakat akan mengadakan dialog dengan para pekerja.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyetujui Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Keputusan ini, kata dia, sudah melewati sidang tim penilaian akhir (TPA).

Ahok bakal didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikini yang juga akan menjabat Wakil Komisaris Utama. Lantaran bakal menjabat sebagai komisaris di perseroan, pelantikan Ahok bisa segera dilakukan. “Bisa segera diproses hari ini atau Senin,” ujarnya.[ab]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *