Airin dan Desy Mencuat di Survey IPCR Pilgub Jabar, Pengamat: Lebih Potensial jadi Cawagub

  • Whatsapp
Mantan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany

INDOPOLITIKA.COM – Hasil survey Indonesian Politic Research & Consulting (IPRC) terkait Pilkada Jabar 2024 mendatang cukup mengejutkan. Pasalnya, nama dua figur perempuan penuh prestasi muncul sebagai kandidat bahkan disebut-sebut bisa jadi ‘kuda hitam’ kelak.

Terkait munculnya nama Airin Rachmi Diany yang merupakan mantan Walikota Tangsel dan Desy Ratnasari yang saat ini duduk sebagai anggota DPR, pakar politik dan pemerintah Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan mengatakan, jika beberapa nama lama seperti Ridwan Kamil dan Deddy Mulyadi kembali maju dalam kontestasi, Airin dan Desy paling potensial menjadi pemanis di Pilgub Jawa Barat.

Berita Lainnya

Atau dengan kata lain, dua perempuan tersebut lebih besar peluangnya jika ditarik sebagai wakil gubernur. “Untuk mereka ada peluang masuk di level wakil gubernur. Misalnya Kang Emil tetap maju, dua perempuan ini bisa jadi opsi untuk wakil gubernur,” ungkapnya seperti dinukil dari kompas.com, Senin (10/5/2021).

Dikatakan Firman, kehadiran calon perempuan di Pilgub Jabar cukup menarik. Ia menilai, bahkan akan menjadi catatan sejarah tersendiri di Jabar jika saja figur perempuan menjadi kepala daerah Jabar.

“Karena agak menarik politisi perempuan untuk di Jawa Barat memang belum ada dan akan menjadi sejarah pimpinan di level provinsi,” bebernya.

Diketahui, hasil survey IPRC menempatkan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan politikus PAN Desy Ratnasari dengan elektabilitas 3,0 persen sementara Desy elektabilitasnya 2,8 persen.

Sementara Gubernur Jabar saat ini, Ridwan Kamil masih nyaman di posisi puncak dengan elektabilitas mencapai 28 persen. Selain Emil, hasil survey juga menunjukkan nama lama seperti Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, dan Ahmad Syaikhu, masih dipilih masyarakat.

Dedi Mulyadi memiliki elektabilitas 4,8 persen, Deddy Mizwar dan Presiden PKS Akhmad Syaikhu berada di urutan tiga dan empat dengan jumlah pemilih 2,8 persen.

Survei dilakukan terhadap 400 responden yang dipilih berdasarkan metode penarikan sampel melalui multistage random sampling. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 396 responden atau 99 persen. Margin of error rata-rata lebih kurang lima persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *