Airin Mantan Walikota Tangsel-Desy Ratnasari Digadang-gadang ‘Kuda Hitam’ di Pilgub Jabar 2024

  • Whatsapp
Airin Rachmi Diany-Desy Ratnasari

INDOPOLITIKA.COM – Kontestasi pemilihan kepala daerah di 2024 mendatang makin ramai dibahas saat ini. Sebut saja Pilkada yang menarik perhatian warga sejauh ini yakni Pilkada DKI Jakarta maupun Pilkada Jawa Barat.

Khusus Pemilihan Gubernur Jawa Barat, meski terbilang masih lama, tetapi beberapa lembaga mulai melakukan survey. Dan hasilnya cukup mengejutkan, ada dua nama baru yang muncul dan digadang-gadang sebagai calon ‘kuda hitam’ selain nama lawas seperti Ridwan Kamil, Dedy Mulyadi, Deddy Mizwar, dan Ahmad Syaikhu.

Berita Lainnya

Dua nama baru yang muncul berdasarkan survey Indonesian Politic Research & Consulting (IPRC) yakni mantan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan politikus PAN Desy Ratnasari. Hasil survei menunjukkan, Airin memiliki elektabilitas 3,0 persen sementara Desy Ratnasari dengan 2,8 persen. Sementara Gubernur Jabar saat ini, Ridwan Kamil masih nyaman di posisi puncak dengan elektabilitas mencapai 28 persen.

Hasil survei IPRC menunjukkan, masyarakat Jawa Barat masih memilih Ridwan Kamil untuk menjabat sebagai gubernur selama periode berikutnya, 2024-2029.

“Ridwan Kamil di sini yang memilih ada 28 persen dari sekitar 200 lebih koresponden. Tapi ada juga yang belum menentukan pilihannya itu sebesar 52 persen,” ujar Direktur Riset IPRC Leo Agustino saat rilis hasil survei di Jalan Merdeka, Kota Bandung, akhir pekan kemarin seperti dikutip dari kompas.com.

Selain Emil, hasil survey juga menunjukkan nama lama seperti Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, dan Ahmad Syaikhu, masih dipilih masyarakat. Dedi Mulyadi memiliki elektabilitas 4,8 persen, Deddy Mizwar dan Presiden PKS Akhmad Syaikhu berada di urutan tiga dan empat dengan jumlah pemilih 2,8 persen.

Airin-Desy Potensial

Sementara itu, Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi seperti dilansir dari kompas.com mengatakan, Airin dan Desy berpotensi menjadi kuda hitam di Pilkada Jabar. Apalagi, mereka memiliki pengalaman yang terbilang mulus.

Airin pernah menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan dua periode, sementara Desy Ratnasari selain menjabat sebagai Ketua DPW PAN Jawa Barat, juga menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI. “Kelebihan mereka muda, fresh, Airin lolos dua periode di Tangsel, dia tidak punya problem soal korupsi karena yang korupsi malahan suaminya,” katanya.

“Desy juga saya kira tidak terlalu high profile. saya kira karakter dua orang ini punya karakter dekat dengan budaya politik di Jawa Barat,” ungkap Muradi.

Selain itu, potensi dua perempuan tersebut bisa menjadi pemanis di Pilgub Jawa Barat karena isu gender tidak terlalu kuat. Muradi merujuk Pilgub Jabar 2013, saat itu Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki hampir menang melawan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.

Menurut Muradi, isu gender sama sekali tak mempengaruhi masyarakat Jabar. “Rieke masih punya peluang untuk menang, terutama dia masih punya basis basis yang bukan basis agama. Jadi menurut saya, karakteristik politik di Jawa Barat bisa menerima pemimpin perempuan,” tandasnya.

Diketahui survei dilakukan terhadap 400 responden yang dipilih berdasarkan metode penarikan sampel melalui multistage random sampling. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 396 responden atau 99 persen. Margin of error rata-rata lebih kurang lima persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [ind]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *