Airin Semangati Pelaksana Clean Up: Mohon Bapak-bapak Jaga Kesehatan

  • Whatsapp
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, saat mendatangi lokasi temuan zat radioaktfi di perumahan Batan, Serpong, Selasa, (17/2/2020).

INDOPOLITIKA.COM — Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany hadir di lokasi clean up dan memberikan semangat kepada para pekerja yang melaksanakan clean up, lokasi ditemukannya paparan radioktif nuklir di Komplek Perumahan Batan, Serpong, Tangsel, Selasa, (18/2/2020).

Politikus Golkar ini juga menyempatkan diri untuk memberikan briefing kepada pekerja clean up. Ia berharap pelaksanaan clean up ini berjalan lancar dan tidak sampai 20 hari. “Mohon bapak-bapak tetap menjaga kesehatan, dan tetap mematuhi aturan keselamatan kerja,” katanya.

Bacaan Lainnya

Airin menyampaikan kepada masyarakat agar masalah ini dipercayakan kepada Badan Tenga Nuklir Nasional (BATAN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang berkompeten di bidangnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terhadap kejadian ini, karena masalah ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik. “ Pemerintah Tangsel dan seluruh jajarannya sangat mendukung kegiatan clean up ini. Setelah clean up ini selesai maka akan dilanjutkan dengan proses remediasi,” ungkapnya.

Usai memantau lokasi tersebut, Airin lantas berangkat ke Kantor Kemenristek-BRIN, membahas penanganan lanjut radioaktif ini. Rapat tersebut dipimpin langsung Menristek Bambang Brodjonegoro, bertempat di Ruang rapat lantai 25 Gedung II BPPT, Jakarta.

Pada kesempatan ini, Airin menjelaskan, setidaknya menurut catatan ada tiga RT yang terpapar. “Sekarang kami akan menunggu imbauan selanjutnya. Sesuain arahan, menunggu 20 hari. Tapi kami berharap bisa lebih cepat dari 20 hari,” ujar Airin dalam Rapat Koordinasi dengan Menristek dan Kepala Bapeten ini.

Airin menambahkan, jika penjelasan mengenai paparan radioaktif ini tidak bisa dijelaskan yang bukan ahlinya. Sehingga dirinya memastikan jika pihak pusat bisa menyampaikan keadaan paparan radioaktif ini agar tidak simpangsiur disampaikan kepada masyarakat.

Terkait dengan masalah pencemaran limbah nuklir di area Kompleks Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Menristek-BRIN Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa insiden kontaminasi bahan radioaktif ini bukan akibat dari kebocoran fasilitas reaktor nuklir yang ada di Puspiptek Setu.

“Prosedur dari staf atau pegawai Batan yang bekerja di kompleks reaktor sudah terjaga dengan baik, sehingga potensi kebocoran tadi juga relatif sudah tidak mungkin,” katanya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *