Aisyah, Gadis Cilik yang Jadi Yatim Piatu Usai Ditinggal Ibu Meninggal karena Covid-19

  • Whatsapp
Aisyah masih dalam perawatan Rumah Lawan Covid-19. [Liputan6.com]

INDOPOLITIKA.COM – Aisyah Alusa, bocah perempuan 10 tahun di Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini harus hidup sebatang kara.

Hal ini karena pada Jumat lalu, (15/1//2021), dia ditinggal untuk selama-lamanya oleh sang ibu yang bernama Rina Darmakusumah (46) lantaran terpapar virus Covid-19.

Berita Lainnya

Sementara ayah Aisyah sudah meninggal lebih dulu beberapa tahun lalu.

Saat ini, Aisyah masih harus menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19, Ciater, Serpong sejak Minggu (17/1/2021). Karena hasil swab tesnya di RS Siloam Hospital, Aisyah dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Aisyah, ibunya itu sempat mengeluh sesak nafas dan batuk-batuk.

“Sesak nafas dan batuk. Sudah dua minggu. Sempat berobat dan pulang, gak mau dirawat. Mamah gak tahu kena Covid. Bilangnya non-reaktif,” katanya didampingi sejumlah pasien yang sedang dikarantina kepada sejumlah wartawan melalui sambungan telepon seluler, dikutip dari Suara.com, Selasa (19/1/2021).

Saat ibunda menghembuskan napas terakhir di dalam kontrakan, Tubuh kaku sang ibu, terus dia guncang-guncangkan. Berharap mata sang ibu terbuka, merespons Aisyah yang terus saja membangunkannya dengan keras.

Hingga akhirnya, Aisyah menangis sembari terus memanggil sang ibu. Warga mendengar dan melihat Aisyah menangis langsung berkumpul di depan rumah kontrakan tempat tinggal Aisyah dan ibunya.

“Kami juga serba salah, karena kami tahu almarhumah kena Covid-19. Akhirnya tidak boleh ada warga yang masuk, saya langsung hubungi kelurahan, puskesmas dan Polsek Pamulang,” ujar Marliansyah A. Baset, Ketua RW 18, Benda Baru Kecamatan Pamulang, tempat di mana Aisyah tinggal bersama sang ibu, dikutip dari Liputan6.com.

Hingga akhirnya, dokter puskesmas datang dengan APD lengkap, mengecek langsung kondisi almarhumah dan dinyatakan almarhumah sudah meninggal sejak Sabtu sore. Jasad pun dirapikan di atas tempat tidur, sembari menunggu Satgas Covid-19 datang untuk memakamkan.

“Karena sudah malam, pemakaman tidak bisa dilakukan di malam hari, petugas baru bisa datang keesokan harinya, dengan jaminan jam 06.00 pagi sudah datang,” kata Baset.

Di Tangsel, Aisyah tak memiliki kerabat atau saudara. Baik dari keluarga ibu maupun ayah. Tetapi, Aisyah mengaku, memiliki dua kakak kandung yang saat ini tinggal bersama sang nenek di Jakarta.

“Keluarga ada di Jakarta sama di Bangka Belitung. Aisyah punya dua kakak. Dua-duanya tinggal sama eyang di Jakarta. Kakak paling besar 21 tahun, sudah kerja. Kakak sudah ngehubungin Aisyah, setiap hari. Jakartanya di Kedoya,” ujar Aisyah. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *