Ajib Nih, Pemprov DKI Siap Ganti 573 Pohon yang Ditebang Di Monas

  • Whatsapp
Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monas (ANTARA)

INDOPOLITIKA.COM – Revitalisasi Monas masih terus jadi perbincangan. Utamanya soal penebangan pohon. Terbaru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui memang ada 191 pohon yang ditebang untuk revitalisasi Monas. Namun pohon-pohon itu akan diganti dengan penanaman 573 pohon.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan awalnya ada perbedaan desain hasil sayembara revitalisasi Monas dengan penerapan di lapangan. Menurutnya, ada penebangan 191 pohon dan pemindahan 85 pohon.

Bacaan Lainnya

“Sayembara dituangkan dalam gambar kerja. Setelah sampai lapangan, ternyata ada yang tidak bisa dihindari. Ada pohon yang memang tidak sama sekali tidak bisa dihindari (hingga harus ditebang),” ucap Saefullah, Selasa (4/2/2020).

Dirinya tidak asal ngomong. Sebab Saefulloh sudah meminta berita acara dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) terkait jumlah pohon ditebang dan dipindah. “Yang dipindah ke sisi barat 55 pohon, ke sisi timur 30 pohon, yang tidak bisa dihindari (hingga dipotong) 191 di berbagai sudut itu,” kata Saefullah.

Bagi Saefullah penebangan pohon tidak melanggar hukum. Pohon-pohon yang ditebang harus diganti. “Terus? Apakah haram tebang pohon? Atau langgar hukum? dalam keputusan Kepala Dinas (Kehutanan), ada dua solusi, pertama kalau swasta yang lakukan penebangan suatu pohon, ganti satu ganti 10. Kalau pemerintah tebang satu ganti tiga,” kata Saefullah.

Menurutnya, sudah ada penanaman pohon di kawasan Monas, yakni sekitar 350-an pohon. “Ini saya dapat report sudah hari Sabtu mereka gali lobang, Minggu menanam, itu di angka 350-an lebih. Karena kita tebang 191 kali 3, (jadi gantinya) 573,” ucap Saefullah.

“Kalau ada lebih pohon, di Merdeka Timur, Barat, Utara Selatan ada Jalur pohon yang lubang pohon mati, tanam saya bilang. Pinggir kali Abdul Muis juga boleh tanam itu, karena masih dalam satu Kepres (25/1995),” ujar Saefullah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku sudah puluhan tahun mengelola Kawasan Monas. Revitalisasi di sisi selatan pun bertujuan untuk mempercantik.“Kita percantik Monas, mau percantik kok rumit loh,” kata Saefullah.

Revitalisasi, menurutnya untuk kepentingan rakyat. Karena itu dia berharap proyek ini dilanjutkan dan jangan dipersulit. “Jadi sesuatu yang mudah jangan dipersulit,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *