Akibat COVID-19, Australia Bisa Tak Buka Perbatasan Internasional Hingga 2022

  • Whatsapp
Menteri Kesehatan Australia, Brendan Murphy (Foto: abc.net.au)

INDOPOLITIKA.COM — Menteri Kesehatan Australia, Brendan Murphy, menyatakan bahwa negaranya berpotensi tidak membuka penuh perbatasan internasional hingga 2022. Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan pandemi COVID-19 memburuk lagi di kemudian hari karena vaksin yang tidak ampuh mencegah penyebaran virus.

“Meskipun kami berhasil memvaksinasi banyak orang, kami belum tahu apakah hal tersebut akan mencegah penyebaran virus,” ujar Brendan Murphy, dikutip dari Channel News Asia sebagaimana diberitakan Tempo, Senin, 18 Januari 2021.

Berita Lainnya

Sejauh ini, kondisi Australia lebih baik dibandingkan negara-negara tetangganya. Hal itu berkat penerapan pembatasan sosial yang ketat hingga frekuensi tes yang tinggi. Per Senin ini, misalnya, mereka mencatat nol kasus COVID-19 untuk kluster lokal.

Untuk kluster impor, Australia masih mencatatkan sejumlah kasus baru. Total ada 13 kasus impor pada Senin ini menurut data dari Worldometer. Sebanyak sembilan di antaranya berasal dari pendatang yang berkunjung ke negara bagian Victoria di mana akan menggelar event Australia Open.

Masih adanya kluster impor COVID-19 itu lah yang membuat Australia tetap waspada hingga sekarang. Bahkan, pemerintah Australia sampai mengkarantina penumpang dari tiga pesawat charter Australia Open yang 70 di antaranya adalah atlit.

Lebih lanjut, walau kasus-kasus baru kebanyakan berada di Victoria, fokus pemerintah Australia ada pada Sydney, New South Wales. Di sana sempat meledak wabah COVID-19 baru di mana memaksa negara-negara bagian lainnya untuk memberlakukan pembatasan perjalanan. Hal itu baik untuk seluruh warga negara bagian New South Wales atau warga permukiman yang terdampak saja.

Vaksinasi COVID-19 juga akan dilakukan oleh Australia. Jika tidak ada halangan, hal itu akan dilakukan bulan depan. Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, berkata bahwa ia tengah menimbang aturan di mana akan melarang sejumlah tempat untuk menerima warga yang tidak divaksin COVID-19.

“Maskapai penerbangan saja sudah memberlakukan aturan bahwa jika kamu belum divaksin, maka kamu tidak akan diperbolehkan terbang ke luar negeri. Saya rasa itu bisa menjadi insentif untuk banyak orang,” ujarnya.

Total, Australia mencatatkan 28.721 kasus dan 909 kematian akibat COVID-19. (ind)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *