Akibat Cuit Nyinyiran Penusukan Wiranto, Tiga Istri TNI Terancam Dipidanakan

  • Whatsapp
Istri Mantan Dandim Hendi Suhendi

INDOPOLITIKA.COM- Usai dicopotnya jabatan sang suami Kolonel Hendi Suhendi dari jabatannya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari, kini IPDN istri Kolonel Hendi harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

IPDN akan dilaporkan ke polisi terkait dengan cuit nyinyiran penusukan Menkopolhukam Wiranto. Gara-gara jemari isengnya di Medsos, IPDN pun bakal di proses lewat peradilan umum karena melanggar UU ITE.

Baca Juga:

“ Kepada dua individu ini melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tantang Perubahan atas UU 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, maka akan kami dorong prosesnya ke Pengadilan Umum karena memang status dua individumasuk ranah pengadilan,” Ujar KSAD Jendral Andika Perkasa.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara siap menerima pelimpahan pelaporan terkait  Cuit nyinyir istri Mantan Dandim Kendari, Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN.

 “Pada prinsipnya kita siap menerima pelimpahan laporan tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Sultra Harry.

Selain IPDN, Polresta Sidoardjo juga sudah melakukan pemeriksaan untuk kasus serupa, istri anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya Peltu YNS.

Istri Peltu YNS berinisial FS telah diperiksa oleh Polresta Sidoardjo atas dugaan tindak pidana ITE. FS diketahui telah menyebarkan berita hoax dan nyinyiran yang mengandung fitnah dan penuh kebencian kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka akibat serangan benda tajam di laman akun media sosial Facebook.

Selain IPDN dan FS, masih ada satu lagi istri prajurit TNI lainnya yang menggunakan jemarinya untuk menghina dan menyebarkan berita negatif dilaman akun Facebooknya. Ia adalah  Istri Sersan Dua Z, Inisial LZ. Serda Z sendiri tercatat baru bertugas awal bulan ini sebagai Bintara di Datasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud). Serda Z belum memiliki jabatan karena baru lulus pendidikan.

Sikap tegas pemberian sanksi langsung berupa pencopotan jabatan Dandim Kendari Kolonel Hendy Suhendi, Peltu YNS dan Serda Z ini adalah bentuk pembelajaran agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kalangan TNI dan keluarga besar TNI.

Hal ini diungkapkan oleh Pangdam Hasanuddin Mayjen Surawahdi  pada acara pencopotan Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi.

Surawahdi juga menghimbau agar para istri prajurit TNI bisa mengendalikan jarinya masing-masing dan tidak sembarangan membuat berita negatif di laman media sosial.

““Jadi sekali lagi, imbauan untuk istri-istrinya, sekali lagi, kendalikan jarinya masing-masing, jangan mudah juga terpengaruh untuk membuat hal-hal yang istilahnya membuat orang mungkin tersinggung dan sekali lagi dianggap mungkin mencemarkan nama dan lain-lain,” kata Mayjen Surawahadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10). (pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *