Akses Handphone Terbatas, Mendikbud Nadiem Sebut Guru Harus Kreatif

  • Whatsapp
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, ada keterbatasan fasilitas dalam pembelajaran daring (online learning) saat wabah Covid-19. Pihaknya pun meminta guru untuk berkreasi sesuai kondisi daerahnya.

Kemendikbud mencatat setidaknya ada 166 pemerintah daerah yang sudah merumahkan siswanya untuk menekan penyebaran wabah Covid-19. “Memang nggak semua daerah punya akses smartphone. Jadi ini merupakan suatu hal yang challenging. Tapi kami komitmen kerja sama ke depan memastikan seluruh sekolah-sekolah online learning,” tuturnya bedasarkan keterangannya, Rabu (26/3/2020).

Bacaan Lainnya

“Tentu ini bukan situasi ideal tapi (keadaan sekarang) darurat. Dan karena itu saya mengerti tidak semua pembelajaran akan optimal. Tapi semuanya sedang belajar bersama adaptasi dengan situasi seperti ini,” sambungnya.

Ia pun menekankan pembelajaran jarak jauh tak harus selalu menggunakan internet, terlebih dalam kondisi darurat saat ini. Kreativitas, kata dia, jadi kuncinya. “Ada beberapa hal yang kepala sekolah dan guru terpaksa kreatif, untuk bisa menangani keterbatasan. Apalagi di daerah yang tidak punya akses,” ungkapnya.

“Banyak guru-guru, sekolah-sekolah yang melakukan berbagai macam cara kreatif. Project bisa diantar untuk diambil atau dijemput dengan kurir,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Harris Iskandar berpendapat guru tak mesti terpaku pada pembelajaran daring dan pemberian tugas.

Guru dan sekolah, kata Harris, harus kreatif dalam mengekplorasi cara belajar siswa. Terlebih, karena banyak kendala fasilitas teknologi dan koneksi internet. “Oleh karena itu jangan hanya fokus pencapaian kurikulum, hanya memetakan pembalajaran di rumah, Jadi harus lebih kreatif, kami sarankan pendidikan kecakapan hidup coba dieksplor. Jadi tidak mesti harus (belajar secara) daring,” ungkapnya.

Ia mencontohkannya dengan memberikan proyek eksploratif membuat hand sanitizer. Hal ini bisa dilakukan melalui kerja sama guru dari berbagai mata pelajaran terkait, seperti Biologi, Kimia, hingga Matematika.

Kemendikbud sendiri sudah memiliki portal belajar daring melalui Rumah Belajar Kemendikbud. Harris mengatakan bagi siswa yang terkendala fasilitas karena tidak punya gawai untuk mengakses portal, guru bisa melengkapi keterbatasan dengan mengunduh materi secara offline.

“Dengan Rumah Belajar guru bisa download dulu (materi belajar) dan dibagikan ke siswanya. Jadi ini para pendidik harus beradaptasi dengan keadaan masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud, Praptono, menyebut momentum belajar dari rumah ini bisa digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang lebih kreatif.           

“Tentu ini sesuatu yang mendadak untuk pembelajaran online. Nah, tentu ini menjadi peluang diharapkan Pak Harris bahwa Covid-19 jadi momen guru pendekatan belajar menuju ke arah yang selama ini diharapkan,” tuturnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *