Akui Berzinah! Wanita di Aceh Dihukum Cambuk 100 Kali, Eks Kepala Dinas Pasangannya 15 Kali

Pasangan zina di aceh dihukum cambuk di depan umum, Kamis (14/1/2022)/AFP

INDOPOLITIKA.COM – Seorang wanita inisial RJ di Aceh harus menerima hukuman cambuk sebanyak 100 kali karena kasus iktilat (bermesraan dengan pasangan tidak sah). Sementara pasangannya, TS yang merupakan mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Timur, dihukum sebanyak 15 kali cambukan.

Hukuman terhadap keduanya dijatuhkan Kejaksaan Negeri Aceh Timur. Kedua pasangan itu dihukum cambuk di halaman kantor Dinas Syariat Islam, Aceh Timur, Kamis (13/1/2022).

Kepala divisi investigasi umum di kantor kejaksaan Aceh Timur, Ivan Najjar Alavi mengatakan pengadilan menjatuhkan hukuman yang lebih berat untuk wanita yang sudah menikah setelah dia mengaku kepada penyidik ​​bahwa dia melakukan hubungan seks di luar pernikahannya.

sementara TS menyangkal melakukan perbuatan tersebut sehingga hanya dihukum cambuk 15 kali.

“Selama persidangan, dia tidak mengakui apa pun, menyangkal semua tuduhan. Jadi, (hakim) tidak dapat membuktikan apakah dia bersalah,” kata Alavi kepada wartawan setelah pencambukan yang disaksikan public, melansir strait Times, Jumat (14/1/2022).

Aceh adalah satu-satunya wilayah di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim yang memberlakukan hukum Islam, yang memungkinkan hukuman cambuk untuk tuduhan termasuk perjudian, perzinahan, minum alkohol, dan seks gay.

Kasus ini berawal Oktober 2018 saat TS mendatangi rumah RJ di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Keduanya diduga bercumbu dan ditangkap warga. Suami RJ sedang tidak berada di rumah saat itu.

Lalu, TS dijerat dengan pasal khalwat (berduaan dengan pasangan tidak sah) dan ikhlital (bermesraan degan pasangan tidak sah) seperti diatur dalam Qanun (peraturan daerah) Aceh Nomor 6/2014 tentang hukum jinayat. Sedangkan RJ didakwa dengan dugaan ikhtilat, khalwat dan zina.

Kasus ini berproses di Mahkamah Syariah Idi, Aceh Timur pada 12 Maret 2021 dengan nomor perkara 3/JN/2021/MS.Idi.

Hal ini bisa diakses lewat Sistem Informasi Penelurusan Perkara Mahkamah Syariah Idi, Aceh Timur, pada laman https://sipp.ms-idi.go.id/.

Pada putusan persidangan pertama TS divonis hakim dengan hukuman 30 kali cambuk pada 21 Juni 2021.

Lalu pada putusan banding oleh Mahkamah Syariah Aceh mengoreksi putusan Mahkamah Syariah Idi Aceh Timur dan memutuskan TS divonis penjara selama 30 bulan atas kasus ikhtilat pada 8 Juli 2021.

TS melakukan kasasi di Mahkamah Agung RI dan dijatuhi putusan 1 September 2021, Mahkamah Agung mengoreksi putusan Mahkamah Syariah Aceh dan menjatuhi vonis 15 kali cambuk untuk TS.

Putusan ini diterima oleh Mahkamah Syariah Idi Aceh Timur pada 1 November 2021 dan eksekusi cambuk digelar pada 14 Januari 2022. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.