INDOPOLITIKA.COM – Indonesia terus mencatat kenaikan kasus baru Covid-19. Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Sebab bukan tidak mungkin Indonesia akan menuju gelombang kedua virus tersebut.
Ditambah lagi dengan adanya mutan virus baru yang juga perlu diwaspadai. Pun menurutnya saat ini kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan mengalami kemerosotan.
Demikian hal itu ditegaskan Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono, Indonesia saat ini sudah masuk gelombang kedua lonjakan kasus Virus Corona (covid-19) dan bersiap menuju puncaknya.
Bahkan, kata dia, kasus di gelombang kedua ini akan lebih tinggi dari sebelumnya. Di mana Indonesia pernah mencatat penambahan kasus covid-19 tertinggi selama pandemi yakni 14.518 kasus sehari di 30 Januari 2021.
“Kalau kemarin Januari-Februari disebut puncak pertama, ya, [sekarang] bisa disebut kita sudah di gelombang kedua, tapi belum selesai. Dan ini kemungkinan menuju puncak gelombang kedua yang lebih tinggi dari yang pertama,” kata Pandu melansir CNNIndonesia.com, Senin (21/6/2021).
Menurut Pandu, ada dua hal yang membuat gelombang dua berpotensi lebih tinggi. Antara lain karena karakteristik virus, varian, dan juga protokol kesehatan masyarakat.
Namun demikian, Pandu mengaku tak sepenuhnya menyalahkan masyarakat. Ia menilai kepatuhan terhadap 3M yang merosot terjadi imbas penurunan sosialisasi dari pemerintah.
Pemerintah, kata dia, juga masih belum maksimal dalam melibatkan peran masyarakat dalam mengambil keputusan soal penanganan pandemi Covid-19.
“Pemerintah kurang menginformasi dan mengajak masyarakat, sehingga masyarakat banyak tidak paham dan tidak peduli, dan akhirnya abai protokol kesehatan,” pungkasnya. [ind]












Tinggalkan Balasan