Alberto Fernandez Kalahkan Petahana Di Pilpres Argentina

  • Whatsapp
Ungguli Petahana, Alberto Fernandez Menang Pilpres Argentina Calon presiden Alberto Fernandez memimpin perolehan suara Pilpres Argentina. (AP Photo/Gustavo Garello)

INDOPOLITIKA.COM – Alberto Fernandez, calon presiden Aregentina memimpin perolehan suara Pilpres Argentina yang digelar Minggu (27/10).

Fernández berhasil mengungguli petahana Mauricio Macri dengan perolehan 47,48 persen suara. Macri yang berasal dari konservatif itu meraup 41,08 persen.

Baca Juga:

Di Argentina, seorang kandidat dapat langsung menang dalam pilpres jika meraih 45 persen suara, atau 40 persen dengan selisih 10 persen dari capres di posisi kedua.

Terdapat enam kandidat dalam pilpres, namun yang menjadi sorotan hanya Fernandez dan Macri.

Dengan hasil itu, Fernandez dipastikan menang tanpa perlu pemungutan suara putara kedua.

Setelah tempat pemungutan suara ditutup, Alberto Fernandez langsung merangkul kekasih. Pendukungnya pun langsung bersorak.

Dia kemudian menyapa para pendukung yang berkumpul di luar gerbang apartemen. “Alberto presidente!” teriak para pendukung. Sementara ratusan orang yang berkumpul di kantor pemenangan mengibarkan bendera Argentina.

“Saya sangat senang. Kami menunggu perubahan ini sejak lama. Kami lelah dengan semua yang telah terjadi,” kata salah satu pendukung Juan Jose De Antonio, dikutip dari Associated Press.

Pilpres ini digelar di tengah anjloknya sektor perekonomian Argentina. Para pemilih Fernandez diyakini adalah orang-orang yang kecewa dengan kinerja Macri dalam menangani krisis ekonomi.

Kemenangan Fernandez menjadi sinyal referendum pinjaman pemerintah dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan penghematan belanja yang dilakukan sebagai syarat pinjaman tersebut.

Sebelumnya Macri juga kalah di pemilu pendahuluan. Kala itu pelaku pasar khawatir, sebab Macri merupakan sosok pro bisnis sedangkan Fernandez cenderung lebih sosialis.

Sejatinya, popularitas Macri sudah anjlok setelah Argentina mengalami krisis mata uang tahun lalu, di mana nilai tukar peso sempat anjlok 50 persen.

Kemudian, Macri juga dikritik karena melakukan kebijakan pengetatan anggaran yang mengecewakan rakyat Argentina karena daya belinya ikut tergerus. Kebijakan ini berujung pada penarikan dana bantuan IMF sebesar US$56 miliar, yang dinilai analis harus segera direstrukturisasi. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *