Alex Noerdin dan JPU Kompak Ajukan Banding Vonis 12 Tahun Penjara

Alex Noerdin bersama tim kuasa hukumnya/net

INDOPOLITIKA.COM – Eks Gubernur Sumsel, Alex Noerdin resmi mengajukan banding hukuman 12 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah, dengan subsidair 6 bulan dalam sidang putusan kasus korupsi sebelumnya.

Selain Alex, JPU juga ternyata mengajukan banding atas vonis tersebut. Alex divonis lebih ringan dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Disisi lain, keluarga eks Gubernur Sumsel tersebut mengaku yakin Alex akan dibebaskan dari segala tuduhan.

Kasi Penuntutan Bidang Pidsus Kejati Sumsel, M Naimullah mengatakan, pihaknya sudah mengajukan banding pada Selasa 21 Juni 2022).

“Kita sudah menyampaikan memori banding atas vonis untuk keempat terdakwa (Alex Noerdin, Muddai Madang, A Yaniarsyah Hasan, Caca Isa Saleh Sadikin),” ungkap M Naimullah, (22/6/2022).

Seperti diketahui, vonis Alex Noerdin dan Muddai Madang, terdakwa dugaan kasus korupsi Masjid Sriwijaya dan PDPDE Sumsel lebih ringan.

Majelis hakim juga membebaskan terdakwa Alex Noerdin dari hukuman membayar uang pengganti dan memerintahkan agar membuka blokir rekening terdakwa.

Majelis hakim juga membebaskan terdakwa Alex Noerdin dari hukuman membayar uang pengganti dan memerintahkan agar membuka blokir rekening terdakwa.

Tim penasehat hukumnya Alex Noerdin, Hj Nurmala Redho Junaidi SH, Ridwan Said SH, membenarkan jika pihak PH Alex Noerdin juga telah menyatakan banding dan sudah terbit akta bandingnya yakni Akta Pernyataan Banding Nomor: 21/Akta.Pid.Sus-TPK/2022/PN.PLG.

“Hari ini kita sudah menyatakan permohonan banding dan sudah terbit akta bandingnya. Jadi dalam perkara aquo. Dari pihak Pak Alex menyatakan banding. Dan dari penuntut umum juga menyatakan banding,” kata Redho Junaidi SH.

Mengenai memori banding kata Redho akan disampaikan sesegera mungkin karena salinan putusan belum selesai dari pengadilan

“Karena bahan untuk membuat memori banding adalah salinan putusan pengadilan. Karena ada pertimbangan putusan pengadilan yang kita keberatan dan akan kita bantah pada memori banding,” terang Redho.

Redho juga mengatakan timnya mengajukan permohonan banding kepada Pengadilan Tipikor pada PN Palembang ini karena ada poin keberatan atas pertimbangan hakim.

“Sehingga kita juga keberatan mengenai amar putusan yang menyatakan Pak Alex bersalah. Akan tetapi melalui putusan PN terbukti bahwa Pak Alex tidak ada menerima aliran dana dalam bentuk apapun karenanya Pak Alex tidak dibebankan uang pengganti dan rekening dibuka blokirnya,” jelasnya

Ditambahkan Redho Junaidi jika Alex Noerdin hanyalah korban kebijakan yang dibuatnya.

“Pak Alex ini hanya mengeluarkan kebijakannya saja, untuk pengguna anggaran dan yang menjalankannya beliau tidak ikut serta,” jelas Redho.

Dikatakan Redho, jika dengan dibebaskannya Alex Noerdin dari hukuman uang pengganti, maka jelas tidak ada unsur mens rea atau perbuatan secara sengaja untuk berbuat kejahatan dari yang bersangkutan. [Red]


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.