Alex Nurdin Kembali Mangkir dari Pemeriksaan sebagai Saksi Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sumsel sebagai saksi dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya yang diduga merugikan negara hingga Rp130 miliar.

Kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid yang dibangun di atas lahan Pemprov Sumsel seluas sembilan hektare itu membutuhkan dana hingga Rp668 miliar. Namun kini pembangunannya baru menyelesaikan pondasi dasar dan kini mangkrak.

Berita Lainnya

Kasipenkum Kejati Sumsel Khaidirman, Kamis, mengatakan Alex Noerdin yang sudah dua kali dipanggil tersebut mengirimkan surat permohonan meminta penundaan pemeriksaan karena harus memenuhi tugas di DPR RI.

“Tim penyidik akan menjadwalkan kembali kapan waktu yang tepat untuk pemeriksaannya (Alex),” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (15/4/2021).

Sebelumnya Alex tidak memenuhi panggilan pertama Kejati Sumsel pada 6 April, sedangkan beberapa saksi yang dipanggil bersamaan seperti Kadis Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani dan panitia lelang pembangunan masjid Toni Aguswara memenuhi panggilan.

Sejauh ini, Kejati Sumsel telah memanggil berbagai pihak, termasuk Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya yang juga Ketua ICMI, Jimly Asshiddiqie dan beberapa mantan pejabat saat Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumsel periode 2013-2018.

Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Kejati Semsel. Keempatnya masing-masing mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya Edi Hermanto, KSO PT Brantas Abipraya Ir. Dwi Kriyana, Ketua Divisi Pelaksanaan Lelang Syarifudin dan kuasa KSO Adipraya-PT Yodyakarya Yudi Wahyoni.

Masjid Sriiwjaya yang digadang-gadang menjadi masjid terbesar tersebut mulai dibangun pada 2009 dan telah menyerap dana hibah yang bersumber dari APBD Sumsel total Rp130 miliar pada 2015-2017. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *