Amien Rais Sebut TNI-Polri Tak Terlibat Penembakan 6 Laskar FPI, Habib Rizieq Naik Pitam

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Habib Rizieq Shihab (HRS) naik pitam mendengar pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais bahwa Polri dan TNI sama sekali tidak terlibat dalam Pelanggaran HAM berat kasus KM 50 penembakan eks Laskar FPI.

Kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan sang Habib menolak keras pernyataan Amien Rais tersebut.

Berita Lainnya

“Imam Besar Habib Rizieq Shihab menolak keras pernyataan Amien Rais tersebut,” kata Azis melalui keterangannya pada Senin (19/7/2021).

Menurut Aziz, Habib Rizieq menyebut peristiwa KM 50 adalah pelanggaran berat dan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa dilakukan oleh aparat.

“Karena merupakan pelanggaran HAM berat dan kejahatan kemanusiaan luar biasa,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam laporannya, Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3), yang diketuai Amien Rais mengungkapkan bahwa seluruh fakta yang disajikan berdasarkan fakta objektif dan sebagian besar datanya dari sumber primer bukan sekunder.

Artinya, yang disuguhkan dalam buku putih adalah hasil wawancara dengan para saksi yang berani buka mulut, keluarga korban dan fakta-fakta lewat video.

“Jadi bukan kata ini, kata itu, yang tidak berkaitan sama sekali dengan masalah pelanggaran HAM berat yang kita ekspose dalam buku putih ini,” kata Amien.

Menurut Amien, dalam temuan TP3 ini bahwa Polri dan TNI sama sekali tidak terlibat dalam skenario maupun implementasi dari pelanggaran HAM berat itu.

Tentu, kata dia, ini merupakan temuan yang menggembirakan karena tidak ada keterlibatan dari aparat TNI maupun Polri dalam kasus penembakan enam Laskar FPI.

“Alhamdulillah kita bersyukur, TNI dan Polri tidak terlibat baik skenario apalagi pelaksanaan. Jadi kita bangga tulang punggung keamanan bangsa namanya Polri, dan tulang punggung pertahanan namanya TNI itu tidak terlibat sama sekali. Jadi ini berita gembira,” ujar mantan Ketua MPR RI ini.

Lalu, Amien mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut. Di sinilah, kata dia, diperlukan keterbukaan sekaligus kejujuran serta proses hukum yang terbuka dan se transparan mungkin.

Agar selama ini kasus pelanggaran HAM yang dibuat remang-remang oleh pihak tertentu dan diharapkan hilang dengan sendirinya, itu tidak akan terjadi.

“Insya Allah, tidak akan terjadi,” tandas Amien Rais. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *