Internasional

Amnesty: Hukuman Penjara Dua Wartawan di Myanmar Bermotif Politik

Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone. (Foto: AFP)

London: Amnesty Internasional mengecam Myanmar karena menjatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun kepada dua wartawan kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

"Keputusan ini bermotif politik dan dirancang untuk mengirim peringatan keras kepada wartawan lain jika mereka ingin menyelidiki pelanggaran militer," kata Direktur Respon Krisis Amnesty Internasional Tirana Hassan, dikutip dari AFP, Senin 3 September 2018.

"Myanmar menghukum dua wartawan tak bersalah hingga bertahun-tahun. Mereka harus dibebaskan tanpa syarat," ujar dia lagi.

Hassan menambahkan, vonis hari ini pun tak dapat menyembunyikan kebenaran tentang apa yang terjadi di Rakhine, bahwa memang ada pembantaian Rohingya di sana.

"Seharusnya, pihak berwenang Myanmar mengejar mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan, perkosaan, penyiksaan dan pembakaran ratusan desa Rohingya," tegas Hassan.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap sejak Desember 2017 lalu. Sebelum mereka ditangkap, Lone dan Soe sempat menyelidiki pembantaian 10 orang Rohingya di Rakhine State.

Di hari mereka ditangkap, mereka diundang ke sebuah restoran di Yangon oleh polisi. Mereka merasa telah dijebak. Akhirnya mereka berdua ditahan dengan tudingan membocorkan rahasia negara.

Tak hanya Amnesty Internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga meminta dua wartawan ini segera dibebaskan. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close