Anak Buah Anies Sakti, Bobol ATM Rp 50 Miliar tapi Belum Ditahan

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Kombes Pol Yusri Yunus

INDOPOLITIKA.COM – 13 oknum Satpol PP, pelaku pembobolan ATM Bank DKI, telah ditetapkan sebagai tersangka. Anehnya meski jadi tersangka, namun Polda Metro Jaya belum juga menahannya

“Sampai dengan saat ini belum (ditahan), hari ini masih diperiksa kembali. Kita tunggu saja hasilnya tapi memang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Kombes Pol Yusri Yunus, ketika dihubungi, Minggu (1/12/2019)

Muat Lebih

Ke-13 orang ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memeriksa 41 orang. Polisi hingga kini masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Yusri tak membantah kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini. Polisi masih mencari bukti-bukti kuat untuk menjerat pihak-pihak yang terlibat.

“Sudah 41 yang dilakukan pemeriksaan, dari 41 ada 13 yang ditetapkan sebagai tersangka. Dan beberapa lagi nanti kita masih lakukan pendalaman,” katanya.

Tak hanya itu, menurut Yusri, penyidik menelisik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ini. “Kita juga masih mendalami terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena ada satu orang yang mengambil hingga miliaran rupiah,” pungkasnya.

Polda Metro Jaya menetapkan 41 orang sebagai tersangka kasus pembobolan ATM Bank DKI. Penetapan tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Ke-41 orang itu diduga telah melakukan tindak pidan pencurian uang. Pencurian memanfaatkan celah pada sistem perbankan ATM Bank DKI.

Oknum Satpol PP yang membobol ATM Bank DKI hanya bermodal Rp 4 ribu. Pembobolan ini berawal dari ketidaksengajaan salah seorang yang melakukan penarikan tunai.

 Cara ini kemudian disampaikan kepada rekan-rekannya dan menyebar ke orang lain sehingga pembobolan terjadi berkali-kali. Peristiwa ini diduga telah dilakukan banyak orang sejak bulan April 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019. Kerugian yang diterima Bank DKI ditaksir mencapai Rp 50 miliar.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar