Anak Buah Gubernur Anies Ditegur DPRD Soal Sanksi Pidana Akibat Proyek Monas

  • Whatsapp
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana.

INDOPOLITIKA.COM- Komisi D DPRD DKI Jakarta mengingatkan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Heru Hermawanto,  terkait kemungkinan ancaman pidana menyusul penebangan 190 pohon di Monas, Jakarta Pusat.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menyatakan Indonesia memiliki peraturan tentang pengubahan kawasan cagar budaya. Ia menjelaskan siapapun pihak yang mengubah kawasan Cagar Budaya tanpa persetujuan, maka pihak tersebut dapat dipidana.

Baca juga:

“Mungkin menambahkan saja, selain Keppres 25 tahun 1995 kita juga punya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Bisa dipidana loh, Pak,” kata Justin di tengah rapat di DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/01/2020).

Dalam pasal 81 aturan tersebut tertulis bahwa setiap orang dilarang mengubah fungsi ruang situs atau kawasan cagar budaya peringkat nasional atau lokal dengan izin menteri atau kepala daerah.

“Setiap orang yang tanpa izin mengubah Cagar Budaya dapat dipindana lima tahun atau denda sampai dengan Rp 100 miliar,” ujar Justin.

Anggota Komisi D lainnya, Pantas Nainggolan mempertanyakan perizinan Pemprov DKI untuk merevitalisasi Monas. Pantas membandingkan proyek revitalisasi Monas dengan proyek MRT di Monas dan revitalisasi Lapangan Banteng.

“Semua itu mereka izin dari Setneg loh. Hanya proyek ini yang dilaporkan dari Setneg belum mendapatkan izin untuk melakukan revitalisasi,” kata Pantas.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmuda meminta agar Dinas Citata untuk bisa menghentikan sementara pembangunan.

Menanggapi pernyataan DPRD, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Heru Hermawanto menyatakan pihaknya bakal menelaah terlebih dahulu aturan yang berlaku. Penebangan sekitar 190 pohon, dijelaskan Heru, merupakan termasuk proses revitalisasi Monas. [sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *