INDOPOLITIKA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan ultimatum tegas kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar segera memperbaiki kinerja dan citra institusi dalam waktu satu tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa persepsi negatif publik maupun Presiden Prabowo Subianto terhadap Bea Cukai harus diatasi melalui tindakan nyata.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa ia telah memanggil pimpinan Bea Cukai dan menggelar rapat internal untuk merumuskan strategi reformasi. Ia juga menyatakan telah meminta waktu khusus kepada Presiden untuk menyelesaikan pembenahan tersebut dalam kurun waktu satu tahun.
“Citra Bea Cukai kurang baik di media, masyarakat, dan di pimpinan tertinggi kita. Jadi harus diperbaiki secara serius,” ujar Purbaya usai rapat kerja di Gedung DPR RI, kemarin.
Purbaya pun memberi peringatan keras jika Bea Cukai gagal melakukan perbaikan, institusi ini bisa digantikan oleh perusahaan asing asal Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS), seperti yang pernah terjadi pada era Orde Baru.
“Jika Bea Cukai tidak mampu memperbaiki kinerjanya dan masyarakat tetap tidak puas, mereka bisa dibandingkan dengan SGS. Pegawai Bea Cukai pasti menyadari ancaman ini,” jelasnya.
Ancaman ini cukup serius, karena jika Bea Cukai digantikan SGS, sekitar 16.000 pegawai berpotensi kehilangan pekerjaan.
Menanggapi hal ini, Purbaya mengatakan para pegawai kini bekerja lebih keras untuk meningkatkan reputasi dan operasional institusi. Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) di berbagai pos Bea Cukai untuk mencegah praktik-praktik curang seperti underinvoicing.
“Sekarang kemajuannya cukup baik. Saya optimistis tahun depan Bea Cukai sudah bisa beroperasi dengan aman, profesional, dan efisien,” ujarnya.
Purbaya menegaskan bahwa perubahan ini merupakan kesempatan besar bagi Bea Cukai untuk membuktikan profesionalisme mereka.(Hny)

Tinggalkan Balasan