Anggaran Akal-akalan, Anggota Dewan Dukung Coret Dana Influencer Rp 5 Miliar

  • Whatsapp
Nur Afni Sajim

INDOPOLITIKA.COM – Anggota DPRD DKI mendukung langkah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang mencoret dana Rp 5 miliar untuk membayar honor lima orang tukang promosi di media sosial (influencer).

Pencoretan ini terpaksa dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta setelah disorot berbagai pihak. Alasannya sederhana, itu pemborosan.

Baca Juga:

“Saya sangat setuju anggaran Rp5 miliar itu dicoret. Itu jelas pemborosan,” kata Nur Afni Sajim, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Afni mensinyalir ada kepentingan oknum tertentu memasukkan anggaran Rp5 miliar ke dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

“Anggaran sebesar itu sangat tidak masuk akal. Kita kan tak bisa mengukur apa hasil kerja kelima tukang promosi pariwisata itu. Itu kan sama dengan satu orang Rp1 miliar. Ini tak rasional.

Ke depan, saran Afni, Sekda DKI Saefullah sudah harus menseleksi KUA-PPAS sebelum mengajukan ke dewan. Artinya, semua staf yang bekerja di SKPD dan Bappeda sebagai penyusun, sudah harus steril.

“Sekda harus hati-hati sebelum mengajukan KUA-PPAS. Soalnya sangat mungkin anak buahnya asal mengajukan anggaran sesuai yang tak jelas. Kami pun di dewan saat ini, sangat ketat mengawasi APBD,” ujar Afni.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta membatalkan alokasi dana sekitar Rp5 miliar untuk membayar lima influencer pada 2020 mendatang.

Kelima influencer itu awalnya direkrut untuk membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Ibukota DKI kepada warganet yang menjadi pengikutnya (followers) di media sosial.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro menyatakan, usulan melalui KUA-PPAS 2020 itu sudah dicoret atau dibatalkan. Artinya, pemerintah daerah tidak akan akan menyewa jasa influencer untuk membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI.

“Yang jelas sekarang anggaran itu sudah tidak ada atau dihapus,” aku Asiantoro.

Asiantoro mengatakan, rencananya lima influencer itu direkrut yang memiliki jumlah followers yang banyak. Namun Asiantoro enggan menjelaskan jumlah minimum followers influencer itu yang akan diundang DKI.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *