Anggaran Jalur Sepeda Rp 73 Miliar Buat Beli Cat Import

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengusulkan annggaran Rp 73 miliar untuk pembangunan jalur sepeda. Anggaran yang semula adalah Rp 4 miliar tersebut diusulkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, anggaran pembangunan jalur sepeda dari Rp 4 miliar menjadi 73 miliar lantaran pihak sudah memiliki master plan terkait pembangunan tersebut. “Tahun ini kami targetkan selesai 69 kilometer. Sehingga tambahan ini akan digunakan untuk membangun secara bertahap,” kata Syafrin.

Baca Juga:

Syafrin mengatakan, program jalur sepeda saat ini menjadi prioritas Pemrov DKI Jakarta. Awalnya, program ini hanya program biasa. Sehingga ketika ada revisi anggaran KUA PPAS awal Oktober ini langsung ditambahkan anggaran oleh pihaknya.

“Jadi bulan Juli sudah program sudah ada tapi belom kami implementasikan ke prioritas utama. Saat ini Pemrov memprioritaskan program ini artinya kebutuhan jadi penting sehingga kami tambahkan anggarannya. Terus dari operator angkutan umum apakah dari commuterline, transjakarta, MRT, LRT juga kami fasilitasi jalur sepeda agar pergerakan dari dan ke stasiun terdekat bisa mudah,” ucap Syafrin di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Syafrin juga menyebut anggaran tersebut itu tidak sepenuhnya menggunakan jalur sepeda. Melainkan dibagi dua kegiatan untuk pembangunan jalur sepeda dan marka ganjil genap. Dari dua kegiatan itu, ada lima komponen pengalokasian anggaran tersebut.

Pertama, Pemrov DKI mengalokasikan sekitar Rp 496 juta untuk rambu lalu lintas allumunium composite sepanjang 300 meter persegi. Kedua, dana itu dialokasikan juga sekitar Rp 11 miliar untuk marka jalan thermoplastic putih sepanjang 34.700 meter persegi.

Ketiga, anggaran itu juga dialokasikan untuk Marka coldplastic bewarna sebesar Rp 61 miliar sepanjang 89.888 meter persegi. Keempat, pembuatan marka thermoplastic kuning sepanjang 472 meter persegi dialokasikan sebesar Rp 146 juta.

“Terakhir anggaran itu digunakan untuk pita penggaduh sepanjang 450 meter persegi dengan anggaran Rp 439 juta,” tuturnya.

Anggaran paling besar itu tercantum dalam kegiatan Marka coldplastic bewarna dengan anggaran Rp 61 miliar.

Ada tiga cat yang dipakai untuk pembuatan jalur sepeda maupun marka ganjil genap, yakni merah, hijau, dan kuning. Sementara, putih untuk pembatasnya. Menurut Syafrin, cat bewarna yang digunakan menggunakan bahan coldplastic ini diimportnya dari luar negeri. Sementara untuk yang berwarna putih bisa dibeli di dalam negeri.

Ia mengatakan, pembelian cat itu sudah rutin digunakan untuk keperluan Dishub yang lain. Syafrin mengatakan, alasan tetap menggunakan cat import itu lantaran memiliki kualitas yang baik dan bisa tahan hingga delapan tahun.

“Daya tahan marka coldplastic bisa sampai 8 tahun, selama jalan tidak rusak,” kata dia.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *