Anggota DPR Fraksi PDIP Dukung Bayar SPP Pakai Go-Pay

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Anggota DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo berharap arus transaksi pembayaran dan belanja di dunia pendidikan dengan menggunakan aplikasi Go-Pay meminimalisir terjadinya kebocoran anggaran.

“Karena selama ini faktor kebocoran-kebocoran yang terjadi di dalam arus pembayaran dan belanja di dunia pendidikan diduga cukup besar,” ujar dia.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, segala jenis transaksi yang dilakukan dengan digitalisasi ini membuat transaksi lebih praktis dan akuntabel. Untuk itu, ia sangat mendukung penggunaan fitur Go-Pay pada aplikasi Go-Jek sebagai alat bantu memudahkan transaksi.

. “Go-Pay atau jenis transaksi online yang lainnya hanyalah alat bantu untuk memudahkan lalu lintas transaksi agar lebih cepat, lebih mudah, transparan dan akuntabel. Tentu ini yang diharapkan terjadi,” kata Andres

Tidak hanya untuk pembayaran SPP, Andreas berharap, transaksi digital serupa juga bisa digunakan untuk program pendidikan lainnya. Misalnya dana BOS.

“Sehingga sekolah tidak harus menerima BOS dalam bentuk fresh money, tetapi langsung menerima dalam bentuk barang sesuai kebutuhan dari dana yang direncanakan melalui penggunaan BOS,” lanjut Andreas.

Sebelumnya diberitakan, para orangtua dan wali murid kini dapat membayar SPP dan biaya pendidikan lain, misalnya buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler, dengan Go-Pay. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Go-Jek di fitur Go-Bills. Melalui siaran resmi, Senin 17 Februari 2020, ada 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar sebagai mitra kerja Go-Bills.

Senior Vice President Sales GoPay Arno Tse menjelaskan, Go-Pay terus meningkatkan loyalitas pengguna dengan selalu menawarkan kemudahan dan kebebasan dalam bertransaksi.

Ini terlihat dari fasilitas pembayaran berbagai layanan Go-Jek, tagihan, pajak, hingga donasi. Layanan terbaru ini membebaskan orangtua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah.

“Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran,” kata Arno.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *