Anggota Polri Tersangka Pembunuh Mahasiswa UHO Belum Dipecat

  • Whatsapp
Mahasiswa UHO, Kendari saat demo menuntut penuntasan kasus penembakan rekannya, Immawan Randi dan La Ode Yusuf Badawi di Jakarta, Minggu (28/10/2019).

INDOPOLITIKA.COM- Polri menetapkan Brigadir AM sebagai tersangka kasus penembakan mahasiswa yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pembuktian ilmiah.

Dari hasil pemeriksaan uji balistik terhadap selongsong peluru maupun tiga proyektil peluru, disandingkan dengan enam senjata api yang diduga dibawa oleh enam anggota polri yang diduga melanggar disiplin, ditemukan keidentikan.

Baca Juga:

“Jadi dari enam senjata, satu senjata identik dengan 2 proyektil dan 2 selongsong peluru. Disimpulkan dari uji balistik identik dengan senjata api jenis HS yang diduga digunakan oleh Brigadir berinisial AM,” kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri Komisaris Besar Chuzaini Patoppoi, di Humas Mabes Polri, Kamis (7/11).

Lebih rinci, Chuzaini mengatakan dari hasil pemeriksaan dokter telah ditemukan tiga hasil visum. “Untuk korban Randi (Immawan Randi, red)  disimpulkan oleh dokter dikarenakan luka tembak. Kemudian Ibu Maulida Putri juga luka tembak tapi hanya mengalami luka di betis kanan. Dan untuk korban Yusuf (La Ode Yusuf Badawi, red) tidak dapat disimpulkan karena luka tembak,” kata Chuzaini di Kantor Humas Mabes Polri, Kamis (7/11).

Dari hasil olah TKP sebelumnya, Chuzaini mengatakan pihaknya mendapatkan tiga proyektil peluru dan enam selongsong, “Tiga yang kita temukan di TKP dan 3 selongsong yang diserahkan ombudsman Sulawesi utara pada 4 Oktober,” katanya.

Tak hanya itu, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 saksi termasuk enam anggota Polri yang sudah ditetapkan melakukan pelanggaran disiplin. Berdasarkan fakta-fakta itu, penyidik sudah melakukan gelar perkara dan menyimpulkan untuk Brigadir AM telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3 dan atau 359 KUHP subsider 360 KUHP.

“Selanjutnya terhadap Brigadir AM yang telah ditetapkan sebagai tersangka, segera akan dilakukan panahanan dan berkas perkara akan dilimpahkan ka jaksa penuntut umum,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Polri belum menjatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Brigadir AM.

“Nanti, proses pidananya dulu dijalani. Jadi, itu kan proses tindak pidannya oleh Bareskrim. Nanti yang bersangkutan akan ke Bareskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Dedi.

Sebelumnya diberitakan, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara meninggal terkena timah panas saat aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (26/9). Korban meninggal bernama Immawan Randi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO. Ada pula korban tewas akibat luka pukulan di kepala, Laode Yusuf Badawi.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *