Angka Pengangguran di Tangsel Tinggi , Nur Azizah: Pemerintah Harus Mendorong Usaha Kecil

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA- Putri dari Wakil Presiden terpilih Maruf Amin, Siti Nur Azizah yang digadang-gadang maju di Pilkada Tangsel 2020 mulai melontarkan berbagai pandangan dan gagasannya kepada publik.

Termasuk berbagai persoalan yang ada di Tangsel ingin diperbaikinya sesuai dengan slogan yang diusungnya yakni “Tangsel Lebih Maju”.

Baca Juga:

Nur Azizah mengaku miris melihat angka pengangguran di Tangsel mencapai 40.000 orang. Data itu tercatat per Juli 2019 dari Dinas Ketenagakerjaan Tangsel.

Menurut Nur Azizah, untuk menekan angka pengangguran di Tangsel salah satunya harus meningkatkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di kota ini. Dirinya memastikan akan memberikan penanganan khusus untuk sektor UKM.

“UKM itu bisa cepat menyerap tenaga kerja. Dalam skala nasional, UKM itu menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Pemerintah kota harus terus mendorong peluang usaha UKM, selain menyejahterakan masyarakat, tenaga kerja juga bisa terserap. Warga semakin mandiri,” ujar Nur Azizah, baru-baru ini.

Nur Azizah yang juga menjadi anggota Komisi Masyarakat Ekonomi Syariah, memberikan contoh pada 2016, yakni jumlah tenaga kerja yang terserap dari UKM mencapai 70,3 persen. Angka tersebut merupakan hasil dari Survei Organization of Economic Cooperation Development (OECD). Dalam catatan Bank Indonesia, angkanya lebih fantastis, yakni mencapai 97 persen tenaga kerja.

Bahkan dirinya siap jika memang nantinya bisa menduduki kursi orang nomor satu di Tangsel, berjanji akan mendampingi pelaku UKM dari mulai tingkat pemula.

“Pemerintah kota harus terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan berwirausaha, serta mendampingi para pelaku pemula yang ingin mengembangkan usahanya. Para pelaku UKM juga wajib memanfaatkan perkembangan ekonomi digital (e-commerce) untuk terus berkembang,” terangnya.

Dengan seperti itu, bukan tidak mungkin pelaku UKM bisa lebih mandiri dan bisa membuka lapangan pekerjaan.

“Jika semakin berkembang, masyarakat Tangsel tidak akan lagi berpikir untuk mencari pekerjaan, tapi berusaha membuat lapangan pekerjaan sendiri,” tutur Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Dosen Republik Indonesia (PDRI) itu. (rma)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *