Angkat Prabowo Jadi Menhan,Jokowi Bak Kacang tidak Lupa Kulitnya

  • Whatsapp
Ketua PPPI Daniel Hutapea

INDOPOLITIKA.COM – Mengangkat Prabowo Soebianto menjadi menteri pertahanan (menhan), Jokowi bak kacang tidak lupa kulitnya. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Daniel Hutapea.

“Jokowi tidak lupa dengan asal usulnya. Ia seperti kacang tidak lupa kulitnya. Karena, Jokowi bisa jadi Presiden karena dulunya Prabowo yang bawa dia jadi DKI 1 (gubernur DKI). Makanya, Jokowi sekarang mengangkat Prabowo jadi menhan di kabinetnya,” ujar Daniel, di Jakarta, Jumat (25/10).

Baca Juga:

Daniel mengatakan, itu berarti Jokowi orang baik. “(Jokowi) sadar betul bahwa ia tidak bisa jadi Presiden kalau tidak dibawa Prabowo ke DKI dari (Solo). Waktu itu, Gerindra yang mengusung Jokowi jadi cagub DKI bersama PDIP,” paparnya.

Artinya, lanjut Daniel, peran Prabowo saat itu sangat besar dalam menjadikan Jokowi gubernur DKI. “Prabowo minta berkali-kali ke Mega agar Jokowi jadi cagub. Kalau bukan Prabowo yang minta, Jokowi tidak akan bisa jadi gubernur DKI. Terus Jokowi tidak akan jadi Presiden kalau tidak jadi gubernur DKI dulu. Mana bisa walikota langsung jadi Presiden,” tukasnya.

Makanya, Jokowi jadi Presiden tidak bisa lepas dari peran Prabowo dan tentu Megawati yang menjadikan ia sebagai gubernur DKI dahulu.

“Dari gubernur DKI itu Jokowi dikenal sebagai sosok sederhana, merakyat dan sebagainya sehingga bisa terpilih jadi Presiden. Itulah makanya saya tegaskan, Jokowi tidak seperti kacang lupa kulitnya. Ia sadar betul asal usul dia dan sekarang membalas kebaikan ketua umum Partai Gerindra itu dengan menjadikan Prabowo menhan di akhir-akhir menjelang penetapan menteri di kabinetnya,” ucapnya.

Jadi, kata Daniel, Jokowi menjadikan Prabowo menhan  bukan karena sebagai pesaing pilpres 2019 maupun sebagai parpol oposisi. “Melainkan, karena Jokowi pernah dibesarkan Prabowo. Dan Prabowolah yang menjadikan Jokowi gubernur DKI hingga akhirnya jadi Presiden. Karena, waktu itu, Gerindra satu-satunya partai yang bisa digandeng PDIP untuk ngusung Jokowi jadi cagub DKI,” tandasnya.

Daniel pun tidak sepakat dengan pernyataan PAN yang mempertanyakan parpol opisisi masuk dalam pemerintahan. “Pernyataan PAN itu salah kaprah. Salah penafsiran menurut saya. Bukan karena sebagai oposisi atau ketua umum Gerindra. Melainkan, karena Jokowi tidak seperti kacang lupa kulitnya. Buktinya, kalau karena oposisi, PAN dan Demokrat tidak masuk kabinet,” ketus Daniel.

Jika Presiden merangkul pesaingnya masuk kabinet seperti Presiden AS, Abraham Lincoln, ujar Daniel, maka itu biasa karena demi persatuan. “Tapi, ini beda. Jokowi sebagai Presiden merangkul pesaing sekaligus orang yang pernah menjadikannya sebagai gubernur hingga Presiden. Karena, ia tidak seperti kacang lupa kulitnya itu,” ungkapnya.

Soal posisi Prabowo sebagai menhan, itu sudah sangat tepat, kata Daniel, karena sesuai latar belakang dan keahlian Prabowo dari militer. “Dan yang pasti bukan Prabowo yang minta-minta jabatan. Melainkan, Jokowi yang meminta karena ia tidak seperti kacang lupa kulitnya,” tegas Daniel.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *