Anies Baswedan Dikabarkan Pecat Anggota TGUPP Berinisial AW, Alvin Widjaya?

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

INDOPOLITIKA.COM — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikabarkan telah memecat seorang anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang Pendidikan berinisial AW karena mengintervensi lelang jabatan yang dilaksanakan Panitia Seleksi (Pansel) DKI, dan “memalak” pejabat yang akan diloloskan dalam lelang jabatan tersebut.

Kabar ini diungkap pengamat kebijakan publik Amir Hamzah di Jakarta, Senin (10/5/2021) sebagaimana dilansir dari ID Times.

Berita Lainnya

“Ada info yang disampaikan ke saya kalau Anies telah memecat anggota TGUPP bidang Pendidikan berinisial AW,” katanya.

Ia menambahkan, Anies memecat anggota TGUPP itu karena ketahuan mengintervensi Pansel yang melaksanakan seleksi terbuka atau lelang jabatan, demi meloloskan peserta seleksi tertentu, namun dengan meminta imbalan ratusan juta.

“Pejabat yang memberitahu saya mengatakan, AW ini dicurigai telah berkali-kali melakukan hal tersebut, tapi yang ketahuan baru satu kali,” imbuhnya.

Sumber itu, lanjut Amir, menjelaskan bahwa praktik-praktik seperti yang dilakukan AW inilah yang membuat seleksi terbuka di DKI selalu dikeluhkan, sehingga setiap Pemprov DKI mengadakan seleksi terbuka, pesertanya sedikit karena ASN di lingkungan Pemprov DKI telah apriori terhadap pelaksanaan lelang jabatan.

Hingga berita ini ditulis, Anies belum dapat dikonfirmasi, namun tadi pagi Anies diketahui marah-marah kepada ASN karena peserta seleksi terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) 2021, sepi peminat. Padahal Sekda telah menerbitkan instruksi agar ASN yang memenuhi syarat, segera mendaftar.

“Bila perintah tidak bisa dilaksanakan, maka laporkan tidak bisa dilaksanakan, tapi bukan diam berharap tidak menjadi masalah. Ini yang dikumpulkan di sini adalah yang bermasalah,” kata Anies di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5/2021).

Menurut data, setidaknya ada 239 pejabat non administrator yang memenuhi persyaratan, tapi tidak mendaftar untuk ikut seleksi terbuka.

Anies mengatakan kalau para ASN itu seharusnya malu.

“Malu kenapa ada instruksi tidak dilaksanakan,” tegas Anies.

Amir mengatakan, keengganan para ASN itu untuk mengikuti seleksi terbuka sebenarnya dapat dimaklumi, karena tidak sedikit dari mereka yang lulus seleksi dengan nilai terbaik, tapi yang dilantik peserta lain yang nilai hasil seleksinya lebih rendah.

Ada juga peserta seleksi yang telah lulus, tapi kemudian tidak dilantik karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

“Tindakan Anies memarahi para ASN yang tidak mau mengikuti seleksi, menurut saya itu tindakan yang baik, karena ASN memang harus melaksanakan perintah atasannya, tapi sayangnya Anies tidak mengumumkan pemecatan AW itu,” katanya.

Amir meyakini kalau pemecatan AW diumumkan, maka hal itu akan menjadi stimulus bagi para ASN untuk meyakini bahwa “penyakit” pada penyelenggaraan seleksi terbuka telah diatasi, sehingga mereka semangat untuk mengikuti seleksi.

“Selama ASN menganggap mengikuti seleksi terbuka hanya buang-buang waktu dan energi, mereka tetap takkan mau ikut seleksi. Apalagi karena bukan rahasia lagi bagi ASN di lingkungan Pemprov DKI kalau TGUPP dapat mengintervensi dan mempengaruhi hasil seleksi,” pungkasnya. [IND]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *