Anies Geram ke Anak Buahnya Terkait Anggaran ATK Capai Rp 1,6 Triliun

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Membengkaknya sejumlah anggaran di rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) membuat Gubernur Anies Baswedan geram. Ia pun langsung menegur jajarannya.

Teguran itu disampaikan Anies saat rapat bersama jajaran Pemprov DKI pada 23 Oktober 2019. Lalu oleh Dinas Komunikasi dan Informasi di laman youtube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 29 Oktober 2019.

Baca Juga:

Salah satu anggaran yang menjadi sorotan Anies yakni mengenai komponen dari alat tulis kantor (ATK) yang mencapai Rp 1,6 Triliun padahal tahun sebelumnya sudah mencapai Rp 349 Milliar.

Abrakadabra bukan? Bagaimana kita menjelaskannya bapak ibu sekalian? Sekarang pertanyaan saya tadi. Who gets what when where how much. Coba jelaskan,” kata Anies dalam video tersebut.

Anies mengatakan, pembengkakan anggaran adalah bentuk mempermalukan diri sendiri. Anies merasa yakin, jika jajarannya tidak akan bisa memberikan jawaban bila ditanya mengenai anggaran tersebut.

“Kalau anak kita tanya nih, di rumah nih, bu, pak, apa sih yang ditulis di koran katanya ada 1,6 triliun. Bisa jawab tidak bapak ibu sekalian?,” ucapnya.

Kemudian Anies mempertanyakan mengenai pengadaan pulpen yang mencapai Rp 635 Milliar. Dia pun mencontohan laser pointer yang dibawanya.

“Masih mau belanja lagi? Di mana-mana ini ada, bukan begitu bapak ibu sekalian. Oke saya tanya yang bikin ini (laser pointer) siapa bapak ibu? Pabrik. Bapak Ibu kirimkan uang itu ke mana? (Pabrik),” ujar Anies.

Kemudian dia mempertanyakan pengadaan komponen kertas dan folio yang mencapai Rp 213 miliar. Anies juga menyebutkan pengadaan tinta printer sebesar Rp 407 Milliar.

“What is going on, bapak ibu? Apa yang sedang terjadi ini? Stabilo Rp 3 Milliar,” kata dia.

Anies pun mencotohkan saat dirinya bekerja di luar negeri, di mana ATK merupakan tanggungjawab dari pribadi masing-masing. Dia pun juga merasa kaget saat jajarannya menganggarkan kalkulator mencapai Rp 31 Milliar.

“Ini dahsyat, bapak ibu, penghapus Rp 31 miliar, coba. Ini kalkulator, memang tahun ini enggak punya kalkulator begitu,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *