Anies Kelamaan Jomblo Dituding Sebagai Penyebab Munculnya Anggaran Aneh

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta masih menjadi polemik lantaran hingga kini tak kunjung selesai. Selain belum mengagendakan pemilihan Wagub pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan. Atau ada kemungkinan lain yang menghambat pemilihan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI, H. Misan Samsuri. Politisi Demokrat ini menuturkan kalau pemilihan wagub ini bisa selesai jika partai pengusung bisa bertemu bareng.

Baca Juga:

“Sebenernya urusan wakil Gubernur itu urusan partai pengusung yakni partai Gerindra dan PKS. Asalkan mereka mau duduk bareng dan ada kesepakatan bersama semua itu bisa diselesaikan,yang mempersulit itu kan soal politisinya saja,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin

Ia menuturkan sangat prihatin dengan Gubernur, lantaran sudah lama menjomblo, sehingga ada penyusup masuk dalam anggaran.

“Kasihan juga Anies kelamaan jomblo.Sampe ada penyusup gini kan soal anggaran. Kalau ada wagub kan bisa di koreksi oleh wagub selamaini kam gubernur kerja sendiri sehingga ada ruang kosong dimasuki pengusup,”jelasnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Mohammad Arifin mengatakan, kosongnya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebabkan munculnya anggaran janggal dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

“Ini kelemahan pengawasan, salah satunya tidak adanya wagub,” kata Mohammad Arifin

Menurutnya, salah satu tugas wagub itu adalah mengawasi anggaran.

“Itu salah satu dampaknya. Kekosongan wagub berimbas ke pengawasan anggaran jadi lemah,” katanya.

Lanjut anggota Komisi E DPRD DKI itu mengatakan, dengan kurangnya pengawasan anggaran karena kekosongan kursi wakil gubernur maka seharusnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) semakin teliti ketika membuat anggaran.

Mohammad Arifin juga mengatakan, seharusnya SKPD DKI dievaluasi secara mendalam oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sehingga tidak terjadi kesalahan serupa seperti pembuatan anggaran yang janggal untuk Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *