Anies Kian Ngetop Meski Dihujat dari ‘Berbagai Penjuru’

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disambut warga saat turun ke lokasi banjir. Foto: ig@aniesbaswedan

INDOPOLITIKA.COM – Figur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan ini nampaknya menjadi sosok ‘protagonist’ yang kerap mengundang komentar pro kontra di kalangan masyarakat. Bahkan bagi sebagian besar hatersnya, Anies diibaratkan figur ‘antagonis’. Apapun kebijakan atau ‘sesuatu’ berbau nama Anies, pro – kontra pun akan muncul.

Menurut politikus muda PKS, Indra, serangan bertubi-tubi yang diarahkan kepada Gubernur Anies Baswedan menunjukan adanya atensi masyarakat terhadap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Ibarat kata, bullying kepada Anies Anies justru memberi efek positif munculnya simpati rakyat.

Bacaan Lainnya

“Serangan itu justru menguntungkan Anies. Orang semakin simpati terhadap Anies kalau semakin dibully,” kata Indra, kepada indopolitika.com, kemarin.

Dikatakan Indra, hujatan terhadap Anies justru bisa dilihat sebagai sebuah strategi yang salah, terutama yang dilancarkan para haters ini. “Salah strategi komunikasinya mereka itu,” katanya lagi.

Indra pun berpesan kepada para tokoh, pejabat publik, maupun politisi yang bisanya cuap-cuap dan kerap menuding Anies tak becus kerja untuk menghentikan propaganda sesatnya. “Untuk pihak-pihak yang biasanya Cuma cuap ngomong nggak jelas tentang Anies, bilang Anies nol, nggak becus kerja, nggak bisa ngapa-ngapain, berhentilah,” imbuhnya.

Sebelumnya, terkait maraknya serangan terhadap pribadi Anies pada musim banjir ini, Indra menduga semua itu berasal dari kelompok terorganisir. Para pembully itu diduga datang dari kelompok yang khawatir Anies bakal menjadi suksesor Jokowi periode akan datang.

Dia mengatakan, dilihat dari pola serangannya, isu banjir yang dijadikan obyek serangan terhadap Anies diproduksi secara teratur. Dia beralasan, bila dinilai secara obyektif, dimanapun banjir terjadi di tanah air saat ini, arah serangan tidak bergeser. Sasaran bullyan justru dialamatkan kepada Anies.

“Karena kalau head to head secara objektif, banjir yang terjadi di Jabar, Banten, Jateng, Jatim, termasuk di calon ibukota baru di Kaltim, kepala daerahnya tidak dibully sedemikian rupa. Tidak dicaci maki seperti yang dialami Anies,” jelasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *