Anies: Mungkin Jakarta Sudah Kolaps Seandainya Kita Tidak Segera Merespon Alarm Tanda Bahaya

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau penanganan Covid-19. Foto: facebook Anies Baswedan.

INDOPOLITIKA.COM – Jajaran Pemprov DKI Jakarta terus berupaya maksimal menangani kasus Covid-19 yang dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami lonjakan cukup drastis. Gubernur Anies Baswedan bahkan mengkhawatirkan ‘Jakarta Kolaps’ jika saja alarm tanda bahaya tidak segera dibunyikan beberapa waktu lalu.

“Alarm tanda bahaya itu telah dibunyikan sejak 10 hari yang lalu, ketika apel siaga Patroli Skala Besar Gabungan di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan. Pada 13 Juni mulai terjadi lonjakan kasus aktif dan positivity rate COVID-19 di Jakarta,” ungkap Anies melalui media sosialnya seperti dikutip indopolitika.com, Minggu (27/6/2021).

Berita Lainnya

“Seandainya kita tidak segera merespon alarm itu, mungkin DKI Jakarta hari ini sudah kolaps. Saat ini kita telah melampaui puncak kasus aktif pada Januari lalu. Ibu kota saat ini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra,” sambung Anies.

Dikatakan Anies, Pemprov DKI telah dan akan terus bekerja keras menambah kapasitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan ini. Ia mengatakan, di awal Juni ada 106 RS rujukan COVID-19 di Jakarta, sekarang ditambah jadi 140 RS. Dari 6694 tempat tidur untuk isolasi, ditambah jadi 8524.

“Tapi itu semua tak cukup, setelah ditambah pun langsung terisi hingga 90%. Dengan adanya varian baru virus corona, laju penularan jauh lebih cepat dari peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan,” ujarnya.

“Kami di pemerintah tak bisa bekerja sendirian, perlu intervensi bersama masyarakat utk mengurani lonjakan kasus Covid-19. Masyarakat harus lebih disiplin 3M (mencuci tangan/ memakai masker/ menjaga jarak) dan segera divaksinasi,” imbuhnya.

Lanjut mantan Menteri Pendidikan itu, pemerintah terus melaksanakan 3T (testing/ tracing/ treatment) dan bersama penegak hukum akan terus mendisiplinkan dan lakukan penindakan, penegakan aturan protokol kesehatan PPKM Mikro di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Jakarta amat serius dalam melakukan testing, yang saat ini 13,5 kali lipat dari standard minimal WHO. Tujuannya agar cepat mendeteksi dan menyelamatkan orang-orang yang berisiko.

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *