Anies Seharusnya Bangun Taman Yang Sustainable Dong…

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA- Peneliti LIPI Bidang Sosiologi Perkotaan Rusydan Fathi memuji filosofi instalasi gabion yang kini dipajang di Bundaran Hotel Indonesia. Dia menilai, seni gabion yang dipamerkan cukup bagus dan sesuai dengan sustainable development goals (SDGs) karena tujuannya untuk mempercantik dan mengurangi polusi udara di Jakarta.

Namun seharusnya penataan kota yang sifatnya mempercantik itu harusnya sustainable alias tidak ada batas kedaluwarsanya agar lebih efektif. Seharusnya dengan anggaran besar yang dikeluarkan kecantikan DKI Jakarta bisa sustainable. Dia mencontohkan, pembuatan bambu getah getih yang menelan anggaran Rp 550 juta yang dulu sempat menghiasi Jakarta terbukti memiliki masa kedaluwarsa. Demikian halnya pembuatan batu gabion yang menelan anggaran Rp 150 juta nampaknya juga tak akan sustainable.

Baca Juga:

“Seharusnya dengan uang sebesar itu bisa membuat taman yang sustainable dong,” jelasnya saat dihubungi indopolitika.com pada Jumat (23/8/2019).

Lebih lanjut, Rusydan menambahkan, kedepan program memperindah tata kota dan perbaikan kualitas udara Jakarta, sebaiknya dioptimalkan di permukiman.

“Alangkah lebih baik jika taman hijau dibuat di kantung-kantung kampung kota. Sehingga dengan begitu kampung-kampung kumuh di Jakarta bisa menjadi kampung hijau. Tentunya hal itu semua juga dengan melibatkan masyarakat,” tambahnya.

Rusydan menilai, pada dasarnya arah pembangunan DKI Jakarta dibawah Gubernur Anies Baswedan sudah mengarah inklusif dan berkelanjutan.”Hanya saja masih terkesan top down, belum melibatkan masyarakat secara aktif dari perumusan hingga eksekusi kebijakan. Ini PR Pak Gubernur kedepan,” tutupnya. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *